1.
Visi misi Ketuhanan
Tuhan Yesus
mewartakan Kerajaan Allah dengan hokum cinta kasihnya dan dengan kebebasan yang
substansial. Substansial di sini adalah bahwa visi misi kita harus dapat
dipertanggungjawabkan dan tidak boleh merugikan orang lain.
Dalam hal ini ditekankan
bahwa visi dan misi seseorang harus berbasis SMART,yaitu
Spesific,Measurable, Action-oriented, Realistic dan Time-Bound.
2. Pola pikir K3
Trouble – it will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you're fast
No matter if you're slow
Oh, oh...
Begitulah masalah, seperti dalam lirik lagu Lenka - Trouble Is A Friend, masalah akan selalu mendampingi kita di mana pun kita berada. Kita tidak bisa menghindar, namun kita harus berani menghadapi masalah tersebut.
Nah untuk mendapatkan solusi dalam masalah ini, kelompok 48 telah membahas pola pikir K3 sebagai jalan keluar masalah. Berikut penjelasannya.
Pengertian K3 :
K3 merupakan singkatan dari Kritis, Kreatif dan Konstruktif. Mengapat harus K3? Kok bukan K yang lain? Ini dia penjelasannya :
Kritis
Apa sih kritis itu? Kritis dapat diartikan sebagai suatu cara berpikir di mana dalam menerima informasi, kita tidak langsung menerima semua informasi tersebut secara mentah-mentah. Namun informasi baru tersebut diolah dahulu, yaitu dianalisis apakah memang pantas untuk diterima, atau kita telursuri dahulu kebenaran informasi tersebut. Dapat juga dikatakan kritis adalah berpikir secara pragmatis. Menurut Wikipedia : Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa dalam berpikir kritis kita harus mengetahui bahwa suatu masalah dapat terjadi dari beberapa kemungkinan. Dan apabila kita menerima suatu isu atau desas-desus janganlah langsung kita percaya karena tidak pasti penyebab isu adalah hanya karena suatu sebab. Namun ada kemungkinan disebabkan oleh kemungkinan-kemungkinan yang lain.
Kreatif
Kreatif adalah suatu pola pikir yang memiliki daya cipta untuk membuat sesuatu yang baru. Di sini pikiran kita tidak dibatasi, namun kita dapat menggunakan daya imajinasi kita untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dari kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah tersebut kita dapat memilih solusi yang paling tepat untuk diterapkan.
Konstruktif
Nah langkah yang terakhir adalah berpikir konstruktif. Apa itu konstruktif? Konstruktif adalah pikiran yang membangun dan bersifat positif. Konstruktif di sini berperan lebih penting dibandingkan kritis dan kreatif. Walaupun memang ketiga hal tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Mengapa demikian? Karena pikiran yang kritis dan kreatif, apabila digunakan bukan untuk kebaikan namun untuk kejahatan akan sangat disayangkan dan bahkan membahayakan. Seperti para teroris, mereka menggunakan kecerdasannya untuk menengsarakan orang lain. Sehingga pemikiran yang konstruktif dibutuhkan untuk mendapatkan solusi dengan tujuan yang baik dan benar.
Dari ketiga uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk dapat menyelesaikan suatu masalah kita perlu berpikir kritis dalam melihat sudut pandang masalah lalu dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk mengembangkan ide solusi tersebut. Dan yang terakhir adalah bagaimana kita menggunakan semua pemikiran kita untuk hal yang konstruktif yaitu untuk membangun bangsa kita Indonesia. Salam Ganesha!
3. Kolaborasi
Kolaborasi adalah suatu bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya seperti saat kalian membentuk formasi massal #untukindonesia kemarin.
Ada 3 tahapan kolaborasi:
-Team building
-sejarah pergerakan, terbagi dalam bentuk vertical dan horizontal. Vertikal adalah pergerakan dalam pemerintahan dan horizontal adalah pergerakan dalam masyarakat.
-manajemen konflik. Dalam mencapai suatu tujuan, ada kemungkinan muncul perbedaan kepentingan (konflik). Manajemen konflik terbagi dalam personal dan organisasi.
Menurut Pondy terdapat 3 cara manajemen konflik dalam suatu organisasi:
-bargaining approach (ditandai dgn adanya kesamaan kedudukan)
-bureucratic approach (ditandai dgn adanya hierarki)
-system approach (ditandai penyaringan/eliminasi)
Manajemen konflik personal:
-win win solution
-win lose solution
-lose lose solution
4. Wujud cinta tanah air
Ada 4 poin penting:
-identitas bangsa (bahasa indonesia, burung garuda, bendera merah putih, lagu kebangsaan, dll)
-wujud cinta tanah air
-realitas bangsa (kita dituntut unuk tidak hanya mencintai kelebihan, namun tetap bisa mencintai kekurangan, dan terdorong untuk memperbaiki kekurangan itu)
-visi kebangsaan (tujuan hidup yg tidak hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemajuan bangsa indonesia)
5. Urgensi kemahasiswaan
POPOPE MAHASISWA
-Posisi: masyarakat sipil terpelajar
Ada 3 posisi masyarakat: ekonomi, politik, sipil
Posisi mahasiswa merupakan persilangan ketiga posisi tersebut
-Potensi: kritis, kreatif, idealis, multidisiplin ilmu, semangat, dll
-peran
a. Guardian of value : penjaga nilai nilai luhur di masyarakat
b. Agent of change : pembawa perubahan di masyarakat
c. Iron stock : mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yg masih bisa ditempa
TRIDARMA PERGURUAN TINGGI
-pendidikan dan pengajaran
-penelitian dan pengembangan
-pengabdian masyarakat
KM ITB (KELUARGA MAHASISWA ITB)
Anggota: seluruh mahasiswa s1 di ITB
badan kelengkapan:
-kongres
-kabinet
-majelis wali amanat wakil mahasiswa
-tim beasiswa
-himpunan mahasiswa jurusan (ada 29 himpunan)
-unit kegiatan mahasiswa
Nama : Erdiani Marcelini Erwandi
NIM : 19913033

No comments:
Post a Comment