Thursday, 22 August 2013

Resume Pola Pikir K3


Resume Pola Pikir K3

Ditulis oleh Dewi Nurfitri
NIM 16713297

K3, Kritis, Kreatif dan Konstruktif

Tiga kualitas yang diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan kita, terutama dalam pemecahan masalah baik itu masalah kecil ataupun masalah besar. Dengan menggunakan pola pikir kritis, kreatif dan konstruktif, masalah dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien.

1.Kritis

Sebelum menyelesaikan sebuah masalah, tentu kita harus tahu masalah itu apa, hal ini bisa dilaksanakan dengan berpikir kritis. Kritis bisa disebut juga tajam, memerhatikan dari segala aspek. Tidak melihat dari satu sisi saja, berpikir, memilah. Tidak semua yang dibilang benar mutlak benar, dan tidak semua yang dibilang salah mutlak salah.

Contoh penerapan yang paling mudah mungkin dalam belajar. Tak jarang kita kebingungan dengan sebuah pelajaran atau mungkin sulit memahami suatu hal di luar pelajaran. Kenapa kita sulit memahami hal tersebut, apakah karena kita malas mempelajarinya, tidak bisa fokus, terdistraksi dengan teman/lingkungan sekitar, banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab, sekarang dengan berpikir kritis, kita menelaah lebih lanjut, mencari masalah utama dimana/isu yang lebih penting apa.

Contoh yang lebih rumit mungkin dalam perbaikan jalan kompleks perumahaan, mengapa terjadi, apakah karena kurangnya rasa peduli, apakah karena digunakan bukan hanya oleh pendudukan perumahaan, faktor iklim dan cuaca, bagaimana memperbaikinya dengan dana yang ada, dsb.

2. Kreatif

 Setelah berfikir kritis, kita juga harus kreatif. Kreatif menurut pandangan saya memiliki arti terdekat dengan unik. Pemikiran yang berbeda, sudut pandang yang berbeda, hal yang tidak wajar, yang mungkin tidak  terpikirkan oleh orang lain. Setiap orang memiliki kreatifitas yang berbeda, oleh karena hal itu semua memiliki cara penyelesaian yang berbeda. Berbagai ide dan penemuan muncul karena kreatifitas kita, lampu, telepon, bahkan pakaian yang pada jaman sekarang begitu beragam, tanpa kreatifitas hal-hal tersebut tak akan ada.

Misalnya, setelah berpikir kritis kita menyadari bahwa kita sulit mempelajari suatu hal karena mudah mengantuk dengan hal yang ingin dipelajari tersebut. Kita harus mulai berpikir kreatif, kalau saya cepat ngantuk mungkin saya harus mempelajari hal tersebut sambil berolahraga, atau memasang alarm setiap sekian menit agar kita tetap terbangun, membaca keras bacaan kita. Carilah cara yang kreatif, namun efektif dan logis. Dalam kasus perbaikan jalan mungkin bisa meminta dana penggunaan jalan bagi para pengguna jalan, mengadakan penggalangan dana (bakesale, bisnis, dsb)

3. Konstruktif

Membangun, ada baiknya bila saat menyelesaikan masalah, mencentuskan ide, kita berpikir demi sesuatu hal yang baik. Tujuan yang baik, membangun diri, dan lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih maju dan lebih bagus dari sebelumnya. Bila dari kita berniat sebaliknya dan justru ingin merusak maka sepintar apapun kita, sekritis apa, sekreatif apa semua itu akan sia-sia dan tak memberikan manfaat.

Selalu berpikir demi yang terbaik. Baik itu memperbaiki cara belajar agar membangun diri menjadi lebih kompeten, dan berguna bagi masyarakat. Bisa juga memperbaiki jalan untuk kegunaan bersama. Di kehidupan kita banyak masalah, banyak hal yang bisa ditingkatkan, dimanfaatkan, demi kebaikan bangsa negeri, dan masyarakat dunia. Dengan menggunakan pola pikir K3, tidak hanya kita bisa cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah, kita juga dapat memajukan negeri kita.

No comments:

Post a Comment