Thursday, 22 August 2013

Resume Pola Pikir K3


Pola pikir K3 terdiri dari 3 bagian yaitu :
    1.    Kritis
Kritis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti yaitu :
·         Bersifat tidak lekas percaya
·         Bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan
·         Tajam dalam penganalisisan
Jadi secara sederhana kritis adalah pola pikir yang tidak langsung menerima atau membenarkan sesuatu tapi menganalisisnya secara tajam dan mendalam.

    2.    Kreatif
Kreatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti yaitu :
·         Memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan
·         Bersifat (mengandung) daya cipta
Jadi secara sederhana kreatif adalah pola pikir yang memiliki daya cipta untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau belum ditemukan.

    3.    Konstruktif
Konstruktif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti yaitu :
·         Bersangkutan dengan konstruksi
·         Bersifat membina, memperbaiki, membangun, dsb
Jadi secara sederhana konstruktif adalah pola pikir yang mempunyai tujuan untuk membangun hal yang lebih baik.


Adapun contohnya dalam kehidupan sehari – hari ialah :
          Pada suatu hari di sebuah rumah terdapat seseorang yang memiliki gejala seperti demam tinggi, menurunnya daya tahan tubuh sebagai akibat dari menurunnya nafsu makan, sering merasakan lelah dan mudah mengeluh sakit kepala. Sebagai seseorang yang kritis, kita harus menganalisis  secara tajam gejala tersebut dan tidak mudah mendiagnosis apakah dia terkena penyakit tipus, demam berdarah, dsb. Sebaiknya kita harus mempelajari apakah penyebab gejala tersebut dan mencari ciri khas dari penyakit yang ditimbulkan oleh virus, bakteri, dan mikroorganisme lainnya. Untuk lebih memperdalam wawasan kita tentang gejala itu, kita dapat mencari di internet atau membaca buku – buku kesehatan yang berhubungan dengan gejala tersebut. Terkadang kita sudah memberi obat untuk penyakit A namun orang  
Kemudian sebagai makhluk yang kreatif, kita dapat melakukan penelitian tentang gejala dan cara menyembuhkannya baik dalam membuat obat yang kimiawi maupun alamiah / herbal. Lebih baik lagi jika kita dapat menciptakan alat yang dapat mendeteksi apakah itu gejala dan penyakit tertentu seperti tipus atau demam berdarah. Lalu kita juga bisa cara lain yang belum pernah dilakukan seperti menciptakan dokter atau farmasis ‘robot’ yang pastinya sangat susah untuk membuatnya layaknya dokter atau farmasis manusia.
            Pola pikir yang terakhir adalah konstruktif dimana bersifat membangun sesuatu yang berguna untuk pasien. Pola ini dapat kita aplikasikan dengan cara yang termudah yaitu membangun klinik atau rumah sakit yang tujuannya bukan mencari untung, namun untuk pengabdian masyarakat. Selain itu, kita juga bisa membentuk sebuah himpunan mahasiswa yang hatinya benar – benar tergerak untuk menolong yang orang yang membutuhkan bantuan. Dan sesuatu yang belum bisa terwujud di Indonesia ini adalah pengobatan jarak jauh atau melalui alat komunikasi yang baru – baru ini diterapkan oleh Amerika. Mereka melakukan operasi dari jarak jauh dimana dokternya di Amerika dan pasiennya di Eropa. Sungguh menakjubkan !
Semoga di masa depan kehidupan di Indonesia bisa lebih maju baik pemerintahan dan rakyatnya dapat memiliki pola pikir yang tidak hanya pintar tetapi juga bijaksana yang dapat mengatur negara dan bangsa kita. #untukindonesia



Nama : Joshua Christian Prawiro
Fakultas : Sekolah Farmasi

NIM : 16213110

No comments:

Post a Comment