Thursday, 22 August 2013

Resume PolaPikir K3 | Imanuel Caesar Silamba

Pola Pikir K3 (kritis, kreatif, konstruktif)

Sebagai generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa, kita dituntut untuk memiliki sejumlah kualitas pada diri kita, yang menunjukkan bahwa kita dapat menjadi generasi penerus yang baik. Salah satu kualitas tersebut adalah kita harus memiliki pola pikir K3, yaitu kritis, kreatif, dan konstruktif. Setelah berdiskusi dengan seluruh anggota kelompok 48, kami mendapat definisi ketiga kata tersebut, yaitu sebagai berikut :

KRITIS
Berpikir kritis berarti kita dapat memilah dan menganalisa sesuatu sebelum kita bertindak. Berpikir kritis berarti kita dapat berpikir lebih tajam, dan dengan begitu dapat bersifat proaktif, sehingga kita bisa menghindari beberapa kecerobohan yang sering dilakukan oleh generasi muda.

Dengan berpikir kritis, kita tidak akan sekedar “meng-iya-kan”  segala sesuatu yang kita dengar, bahkan walaupun hal itu dikatakan oleh orang yang sangat kita percayai, namun kita akan memilah segala sesuatunya ke dalam hal yang baik dan buruk, sehungga kita bisa memikirkan tindakan yang tepat untuk dilakukan.

KREATIF
Berpikir kreatif pada umumnya berarti keluar dari kebiasaan lama, dan berpikir “out of the box”. Orang-orang yang berpikir kreatif akan menciptakan hal-hal yang baru, atau berbeda dari lainnya, karena mereka punya sesuatu yang disebut “daya cipta”. Dengan adanya hasil cipta tersebut, orang-orang yang berpikir kreatif terbebas dari keharusan untuk mengikuti kebiasaan orang-orang lain pada umumnya. Walaupun disebut menciptakan sesuatu yang baru, hasil ciptaan tersebut juga dapat berupa hal-hal yang sebenarnya sudah ada, namun dimodifikasi atau dilakukan dengan cara lain, sehingga terlihat berbeda. Namun, hasil cipta yang kreatif itu tidak sekedar berbeda, tetapi juga seharusnya lebih efisien dan efektif dari yang lain, karena apa gunanya berbeda, jika hanya menjadi lebih buruk dari orang lain?

KONSTRUKTIF
Tidak cukup hanya berpikir kritis dan kreatif, kita juga dituntut untuk memiliki pola pikir yang konstruktif, atau kata lebih sederhananya adalah  “membangun”. Segala sesuatu yang sudah diusahakan semaksimal mungkin, namun untuk tujuan yang buruk, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali, tentu saja, penderitaan.  Banyak kasus orang-orang yang dapat berpikir dengan sangat kritis dan kreatif, namun mereka melewatkan poin terakhir, yaitu konstruktif, dan akhirnya mereka hanya menjadi beban bagi bangsa. Kita perlu mengarahkan pikiran dan perilaku kita ke arah yang baik dan membangun, sehingga apapun yang kita perbuat akan menjadi kebaikan, tentu saja untu Tuhan, Bangsa, dan Almamater kita.


Pola pikir K3 sesuai dengan definisi yang saya berikan di atas, seharusnya dapat membuat kita menyelesaikan berbagai permasalahan dengan lebih mudah, efisien, dan efektif. Karena itu, pola pikir K3 ini sangat penting untuk dimiliki oleh kita sebagai generasi muda bangsa. Kita harus berpikir secara kritis setiap kali kita dihadapkan dengan sebuah permasalahan, atau pilihan. Namun tentu saja, sebelumnya kita juga sudah harus tahu apakah masalah tersebut patut untuk dikritisi atau tidak. Karena banyak sekali generasi muda yang mengkritisi hal-hal yang tidak patut untuk dikritisi, namun mereka malah melewatkan hal-hal yang wajib dikritisi. Setelah berpikir kritis tentang keadaan suatu masalah, kita harus berpikir kreatif untuk menciptakan solusi yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Kita sebaiknya tidak menggunakan solusi-solusi yang sudah ada, karena hasilnya hanya akan sama seperti yang telah dilakukan orang lain, tidak lebih baik. Namun solusi-solusi yang sudah ada tersebut dapat tetap dijadikan bahan referensi untuk membuat solusi yang lebih baik. Yang terakhir, kita juga harus selalu ingat, bahwa segala pemikiran kritis dan kreatif kita harus didasarkan pada tujuan yang baik, sehingga hasilnya akan membangun dan memperbaiki, bukannya malah mendatangkan masalah-masalah baru.

No comments:

Post a Comment