v
Sambutan-sambutan :
Ø
Sekretaris Jendral OSKM 2013
Ø
Presiden KM ITB
Ø
Wakil Rektor Bidang Akademik
v
Penyampaian Materi :
Moderator : Maria Selena,
Miss Indonesia 2011
Ø
Narasumber 1 :
Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI
Semangat kemahasiswaan sangat kental dengan kearifan
lokal. Indonesia butuh pemimpin yang benar-benar mengerti keadaan realitas
negaranya. Pak Gita sebagai ketua umum PBSI berpesan kepada atletnya ketika
sedang akan bertanding di china yang akhirnya menjadi juara dunia mengatakan
bahwa “If you want it, you will get it”, semua yang kita peroleh tergantung
kemauan kita.
Perekonomian Indonesia sekarang menjadi peringkat 15
di dunia. Kita hanya bisa sukses jika kita mampu berpluralisme. Perekonomian
Indonesia butuh pemimpin-pemimpin yang memiliki kearifan lokal. Ada 4 hal yang
harus dimiliki Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara maju:
1.
Kemahiran Teknologi
2.
Kesinambungan demokrasi
3.
Budaya yang beragam
4.
Perekomnomian yang baik
Dalam era persaingan global ini kita seharusnya
menghargai dan bangga dengan barang hasil buatan bangsa sendiri, tetapi pada
kenyataanya sekarang ini masyarakat lebih memilih barang-barang impor yang murah-kenyang. Dan oleh karena itu kita
harus mengubah budaya itu agar produk Indonesia tidak tersisihkan. Untuk
mencapai pertumbuhan ekonomi 7%, sekarang ini produkivitas harus ditingkatkan
60%. Dan perlu diketahui bahwa sebenarnya pertumbuhan ekonomi di Jakarta hanya
20%.
Semakin terealisasinya investasi di luar Jawa, maka
semakin mudah untuk menyatukan Indonesia dan menyetarakan pertumbuhan ekonomi.
Hilirisasi dalam konteks industri adalah langkah yang mampu mensejahterakan
rakyat karena begitu besarnya multiplikasi nilai antara produk di hilir
dibandingkan produk di hulu. Bagaimana Indonesia bisa bersaing jika suku bunga
pinjaman untuk bangsa sendiri masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan suku
bunga untuk asing di Indonesia. Sekarang
banyak orang Thailand belajar bahasa Indonesia untuk bersiap-siap memasarkan
produknya di Indonesia, lalu bagaimana dengan kita?
Produk pendidikan adalah senjata untuk bersaing. Kita
harus melek teknologi. Kita harus punya semangat persatuan. Saingan kita adalah
dengan negara lain bukan dengan bangsa sendiri yang malah dapat memecah belah
persatuan. Pada intinya Indonesia butuh pemimpin yang mampu menjawab tantangan
zaman dan responsif untuk mencukupi kebutuhan rakyat.
“Jadilah garuda-garuda yang kreatif, terampil dan
berteknologi yang mempunyai semangat kebangsaan.”
Ø
Narasumber : WANADRI
CINTA
TANAH AIR
Wanadri
merupakan organisasi pecinta alam yang berpetualang di alam bebas. Wanadri
telah melakukan pendakian terhadap tujuh gunung tertinggi dunia. salah satunya
gunung everest. Dan juga merupakan pendaki pertama yang berhasil mencapai
puncak gunung di kutub utara.
Setelah deklarasi
Djuanda wilayah Indonesia menjadi tiga kali luas dari saat proklamasi. Dan saat
ini luas daratan Indonesia hampir 1,9 juta km2 dan luas perairan 3,1
juta km2. Indonesia mempunyai pesisir pantai terpanjang ke-2 di
dunia. Dan karena begitu banyaknya pulau di Indonesia sehingga susah untuk
dihitung, dulu pulau di Indonesia terhitung ada 13 ribuan pulau tapi setelah
dihitung lagi ternyata ada 17 ribuan. Indonesia memiliki rentet gunung berapi
dari pulau sumatera-jawa-NTT yang sebagan besar masih aktif. Di Indonesia juga
terdapat kawasan karst. Di Indonesia masih terdapat banyak kekayaan alam yang
belum tereksplorasi. Selain kawasan karst, di Indonesia juga terdapat kawasan
medan khas, contohnya yaitu di garis katulistiwa terdapat gunung es yang saat
ini ketebalan es nya pun sudah menipis akibat pemanasan global. Indonesia itu
wilayahnya cukup rawan apa lagi di
perbatasan sebab Indonesia sendiri berbatasan dengan 10 negara tetangga.
“Sadar diri,
sadar lingkungan, sadar tujuan”.
Ø
Narasumber 3 : Ibu Tri Mumpuni
Integritas dan
Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan bangsa.
Seseorang memiliki integritas dan kompetensi untuk :
1. Pikiran / Logika
2. Perasaan / Empati
Logika dan empati harus berjalan berdampingan. Untuk
menghubungkannya kita butuh akal sehat. Sehingga dengan adanya akal sehat kita
dapat membaca Indonesia dengan baik. Tetapi jika tanpa akal sehat maka kita
hanya membaca Indonesia untuk diri sendiri dan itulah yang terjadi dengan
pejabat pemerintahan kita yang korup.
Pada realitas sekarang ini masih ada lebih dari 100
juta penduduk Indonesia yang belum menggunakan listrik dan ada lebih dari 300
desa di seluruh Indonesia yang belum tersentuh listrik. Hal ini terjadi karena
kita sekarang ini menganggap bahwa semakin tinggi pertumbuhan semakin baiklah
ekonomi yang sebenarnya hal itu kurang manusiawi. Seharusnya yang lebih
manusiawi adalah semakin baik hasil mereka semakin baiklah ekonomi.
3 hal penting yang dilakukan untuk wirausaha sosial :
1. Perbaikan visi pembangunan.
2. Perubahan paradigma investasi.
3. Perubahan pertumbuhan sosial.
Ø
Narasumber 4 : Pak Saska, CEO Riset Indie
Yang namanya
riset itu biasanya kaku. Tapi beliau ingin mendirikan riset yang tidak kaku
yang disebutlah riset indie. Menurut beliau sebenarnya membuat komunitas di
Bandung itu mudah tapi juga mudah bubar.
Ada 3 proyek
riset indie yang dipaparkan yaitu:
1.
Project polaroid
Perusahaan
kamera polaroid mulai bangkrut karena kalah saing dengan kamera digital dan mudahnya
menggunakan kamera di handphone. Tapi
mereka malah membeli pabriknya yang hampir bangkrut dan mempelajarinya serta
mengembangkannya. Meskipun belum berhasil, tapi inisiatif dan usaha mereka
patut diapresiasi karena kamera polaroid ini meskipun jarang digunakan tapi
harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah dunia kamera.
2. Project
Alinea
Ini adalah
proyek animatronik pertama di Indonesia.
3.
Angkot Day
Proyek ini
dilakukan karena keprihatinan mereka dengan angkot-angkot di Bandung yang suka
ngetem sesukanya dan menyebabkan kemacetan. Proyek ini membuat satu hari dimana
angkot gratis dan nyaman. Yang tujuannya adalah untuk membuat sopir angkot
sadar akan pentingnya angkot yang teratur dan nyaman sehingga akan menjadikan
orang-orang lebih suka naik angkot daripada mobil pribadi sehingga bisa
mengurangi kemacetan.
Nama : Wiwit Rifa'i
NIM : 16513059
Fakultas : STEI
No comments:
Post a Comment