Friday, 23 August 2013


SEMINAR OSKM ITB 2013
23 Agustus 2013 – Yonathan Renard (16613012)

Acara pada hari ini dibagi ke dalam tiga sesi utama, yaitu penyuluhan tentang K3L, devile OHU 2013, dan rangkaian seminar.

1.         K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan)
Sebagai awal dari rangkaian acara pada hari ini, mahasiswa baru ITB 2013 diberikan pengarahan mengenai K3L. Banyak di antara kita yang seringkali mengabaikan hal ini yang kemudian dapat berakibat fatal. Penyuluhan ini memberikan strategi dan tips bagi seluruh mahasiswa baru untuk dapat menyelamatkan diri dalam keadaan darurat, menjaga kesehatan selama melaksanakan aktivitas sehari-hari, simulasi bencana, serta yang tidak kalah penting yaitu kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu para mahasiswa juga diberikan penyuluhan tentang peraturan-peraturan yang berkaitan dengan keamanan yang dijaga oleh para satpam dan peraturan dalam bidang transportasi yang tidak memperkenankan mahasiswa baru untuk membawa mobil ke dalam lingkungan kampus serta penyuluhan untuk tertib dalam berlalu lintas baik di dalam kampus maupun di daerah sekitar kampus.

2.         Devile OHU 2013 (Open House Unit)
Acara dilanjutkan dengan devile dari unit-unit di ITB. DI ITB sendiri ada 80 unit yang terdiri dari 6 rumpun, yaitu rumpun agama, keilmuan, pendidikan, seni budaya, serta olahraga dan kesehatan. Satu per satu unit-unit memberikan sambutannya bagi mahasiswa baru ITB 2013. Untuk lebih jelasnya OHU akan diadakan pada tanggal 1 September 2013 di kampus Ganesha ITB tentunya!

3.         Rangkaian Seminar
Terakhir, mahasiswa baru diberikan serangkaian seminar yang sangat membangun dan inspiratif tentunya bagi para mahasiswa baru yang merupakan calon pemimpin bangsa.
Seminar ini dimoderatori oleh Maria Selena yang merupakan lulusan ITB SBM’11. Pembicara pertama adalah Bapak Menteri Perdagangan Gita Wiriawan. Beliau menyampaikan bahwa semangat kemahasiswaan sangat kental dengan kearifan lokal. Untuk menumbuhkan perekonomian di Indonesia dibutuhkan pemimpian yang berkearifan lokal karena dialah yang dapat membangun daerah-daerah serta aktif dalam artian mahir teknologi, berpartisipasi dalam demokrasi, memiliki kekayaan budaya, dan punya semangat untuk kemajuan ekonomi itu sendiri. Pemimpin yang baik juga harus bisa mendengar apa yang diinginkan oleh rakyatnya. Untuk itu kita harus dapat menjadi pribadi yang kreatif, terampil, berteknologi, serta bertekad menjadi pemimpin yang bangga untuk berbangsa dan tak kalah penting harus mempunyai kearifan lokal.
Seminar kedua dibawakan oleh kelompok Wanadri (Bpk. Indra Hidayat). Kelompok ini memotivasi mahasiswa baru 2013 untuk sadar diri terhadap lingkungan sekitarnya. Kita harus sadar bahwa Indonesia memiliki begitu banyak potensi baik alam maupun budaya yang dapat dan harus dikembangkan.
Ibu Tri Mumpuni tak kalah semangatnya dalam menyampaikan seminar yang ketiga dengan judul “Integritas dan Kompetensi Pemuda (Alumni ITB) untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”. Ibu Mumpuni menjelaskan bahwa untuk menjadi pemimpin tidak hanya dibutuhkan pengetahuan / logika tetapi yang juga dibutuhkan adalah perasaan / empati sehingga kita dapat membaca situasi dan keadaan Indonesia dengan baik. Kita bisa merubah perekonomian di Indonesia. Caranya adalah dengan wirausahaan sosial. Hal ini menekankan bahwa setiap manusia unik dan dapat melakukan kegiatan yang ia sukai sebaik-baiknya sehingga hasilnya tentu akan jadi baik dan diharapkan ekonomi juga ikut membaik. Yang terpenting adalah selalu menyeimbangkan antara logika dan etika serta tak lupa untuk selalu memerhatikan lingkungan dan masyarakat lokal dalam tiap pembangunan
Sesi terakhir ialah motivasi yang sangat berkesan dari Saska (Riset Indie). Motivasi yang diberikan tidak sekedar motivasi jangka pendek melainkan motivasi jangka panjang yang menggerakkan hati untuk dapat berpikir lebih kritis terhadap suatu masalah dan selalu berusaha bagaimanapun caranya untuk menghadapi masalah dalam hidup. Cerita hidup yang ia sampaikan juga mengena di hati dan membuat kita pendengarnya akan merasa termotivasi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai semangat juang yang tidak pernah ada habisnya kapanpun dan apapun keadaannya.

Salam Ganesha! BagiMu Tuhan, bangsa, dan almamater!


No comments:

Post a Comment