Sunday, 25 August 2013

Resume Video Mitigasi // Indah Krishnayanti

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana.
dalam video yang dibuat oleh HMTG 'GEA' ITB menjelaskan dalam beberapa contoh bencana. yaitu :

Gempa Bumi 

mitigasi gempa bumi di dalam ruangan

  1. bersembunyi di bawah meja sampai gempa berhenti. ketika gempa terjadi kita dilarang untuk meninggalkan ruangan karena hal tersebut lebih beresiko. 
  2. ketika gempa berhenti, segera keluar dari ruangan dengan tetap melindungi kepala. bisa menggunakan buku atau apapun yang berbahan keras. 
  3. gunakan tangga darurat. dilarang menggunakan Lift karena ada kemungkinan jika terjadi gempa lift mati. 
mitigasi gempa bumi di luar ruangan

  1. segera berlari dan jauhi bangunan serta pepohonan untuk menghindari adanya runtuhan. 
  2. carilah tempat berkumpul yang ada. dan selalu lindungi kepala kita. 
  3. tunggu hingga gempa berhenti


Kebakaran 

mitigasi kebakaran di dalam ruangan

  1. segera berteriak agar diberi pertolongan 
  2. carilah alarm kebakaran terdekat dan nyalakan alarm tersebut 
  3. sebagai tindakan pertama untuk memadamkan api gunakan APAR. jangan pernah mengipas kipas api karena akan lebih menyebar 
  4. jika api semakin besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri 
  5. yang paling penting adalah selalu kenali gedung yang akan kita datangi 
mitigasi kebakaran di luar ruangan adalah hubungi K3L dan selamatkan diri anda.

Indah Krishnayanti
19813020
SITH R

Resume Materi OSKM 2013 // Indah Krishnayanti


Visi Ketuhanan

Visi hidup yang berlandaskan keuhanan. Apapun yang kita lakukan dalam hal positif dan tidak melenceng dalam syariat islam itu ibadah. Landasan utama dalam hidup adalah ketuhanan. Visi hidup itu haruslah substansial. Cita cita manusia bebas,  tetapi tidak boleh mengganggu oran g lain. kita harus menentukan mau jadi apa. Dan membuat jalurny. Tetapi jalur itu tidak boleh melenceng dari syariat islam.

Pola pikir k3

Sebagai manusia biasa,  setiap orang pasti mempunyai masalah. Namun masalah itu bukan untuk dihindari bahkan diratapi. melainkan harus dihadapi dan dicari jalan keluar yang baik. Agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi, seseorang harus memiliki pola pikir k3.

Apa itu k3 ?


K3 merupakan singkatan dari
Kritis
Kreatif
Konstruktif

Kritis berarti tidak langsung menerima benar atau salah dari suatu pernyataan. Sehingga berfikir secara tajam dengan menganalisis terlebih dahulu.

 Kreatif berarti memiliki daya cipta untuk menciptakan hal yang baru sesuai imajinasi orang tersebut.

 Konstruktif berarti membangun solusi untuk mewujudkan sesuatu yang lebih baik. .

Oleh karena itu, pola pikir k3 berarti kita harus bisa menganalisis terlebih dahulu benar atau tidaknya suatu permasalahan. Setelah itu kita harus bisa menemukan solusi yang inovatif untuk membangun dan mewujudkan penyelesaian yang terbaik. 

Kolaborasi

Kolaborasi adalah kerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Contohnya ketika maba 2013 membuat dormasi #untukIndonesia bila tidak ada kolaborasi yang baik, formasi itu tidak akan terbentuk. Kolaborasi terdiri dari beberapa aspek, yaitu :
Team building
Sejarah pergerakan
Management konflik .
Management konflik dalam organisasi
Bargaining approach : dilakukan jika terjadi keterbatasan sumber daya manusia sehingga jabatannya sama.
Bureaucratic approach : adanya hierarki. Ada atasan dan bawahan. Bawahan bertanggung jawab pada atasan.
System approach : penyaringan. Dalam satu sistem banyak sekali tujuan yang ingin dicapai lalu dikerucutkan sehingga tujuan yang kurang penting dieliminasi.

Management personal
Win win solution : penyelesaian paling efektif tidak ada yang dirugikan. Biasanya dilakukannya musyawarah
Win lose solution : satu pihak mendapat keuntungan dan pihak lain mendapat kerugian. Dilakukannya kompetisi
Lose lose solution : tidak menyelesaikan masalah.

 Cinta tanah air

 Identitas bangsa
Lambang negara atau ciri khas. Contohnya bahasa, bendera merah putih, burung garuda, pancasila

Wujud cinta tanah air
Apa saja kontribusi yang lah kita akukan untuk indonesia

Realitas bangsa
Kita harus tahu positif dan negatifnya bangsa ini. Tidak sekedar mengtahui tapi juga mencintai kelebihan dan kekurangannya. Lalu mencoba memperbaiki kekurangannya ke arah yang lebih baik.

Visi kebangsaan
Visi kebangsaan saya adalah setelah saya kuliah di ITB dan insyaallah mengambil jurusan rekayasa pertanian, saya akan meremerekayasa bibit padi menjadi lebih cepat panen dan menghentikan impor beras di indonesia serta memberi bantuan ke daerah daerah yang kekurangan pangan.

Urgensi Kemahasiswaan

POPOPE
posisi. Yaitu mahasiswa sebagai masyarakat sipil terpelajar.
Masyarakat politik adalah masyarakat yang lebih mengutamakan kedudukan
Masyarakat ekonomi adalah masyarakat yang mengutamakan keuntungan
Masyarakat sipil adalah masyarakat biasa.

Potensi. terdiri dari
Kritis
Kreatif
Idealis
Multi disiplin ilmu
Semangat

Peran
Agent of change : agen perubahan
Iron stock : sebagai mahasiswa bisa ditempa dan bisa diubah 
Guardian of value : penjaga dari nilai nilai luhur

Tridarma peguruan tinggi
Pengajaran dan pendidikan
Penelitian dan pengembangan
Pengabdian masyarakat

Anggota KM ITB
Kongres merupakan badan legislatif. Terdiri atas senator dari seluruh himpunan mahasiswa ITB
Kabinet badan eksekutif. Terdiri dari menteri menteri.
Tim beasiswa
Majelis wali amanat wakil mahasiswa
Unit dan himpunan  

Indah Krishnayanti 
19813020 
SITH R 

Pemimpin yang berkearifan lokal dan mengerti Indonesia

Indonesia adalah negara dengan tingkat diversivitas yang sangat tinggi. Dari Sabang sampai Merauke terdapat ribuan suku bangsa dan kultural budaya yang mempunyai ciri khas yang berbeda satu dengan yang lainnya. Di desa-desa terpencil, desa-desa besar, kota-kota urban, maupun kota-kota metropolitan terdapat beragam persona dengan latar belakang kultur dan pendidikan yang beragam pula. Semua itu merupakan suatu ciri khas yang dapat kita lihat di dalam Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara.

Pernahkah kita merenungkan mengapa bangsa dan negara sekelas indonesia yang mempunyai kekayaan budaya, sumber daya manusia, serta sumber daya alam masih saja terpuruk dan terdiam di ambang ketidakpastian kemandirian? Masih saja kita membeli produk dari bangsa lain dimana produk tersebut sebenarnya dapat kita hasilkan sendiri. Masih saja sebagian besar masyarakat kita lebih suka untuk menggeluti budaya bangsa lain sedangkan budaya sendiri hanya sedikit yang menyuburkannya. Masih saja korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela di dalam berbagai aspek pemerintahan sedangkan para pelakunya sudah dilantik dengan berjanji kepada tuhan dan bangsa akan bekerja sebaik-baiknya. Apa yang salah dalam praktik kenegaraan kita?

Sebagai bangsa yang seharusnya maritim, kita mempunyai banyak sekali potensi di laut-laut kita yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian bangsa ini, entah di sektor perikanan, kepariwisataan, ataupun perkapalan. Sebagai bangsa yang mempunyai kekayaan budaya yang sangat besar, kita mempunyai banyak hal yang dapat kita gali dan suburkan sehingga dapat kita manfaatkan sebagai suatu aset penting negara, seperti tari-tarian, makanan daerah, baju daerah, dan masih banyak lagi. Sebagai sebuah negeri yang terletak di zona tropis yang tanahnya sangat subur, banyak jenis hayati tumbuh di sini memiliki nilai ekonomi yang signifikan yang dapat kita pergunakan sebagai salah satu sumber kemakmuran ekonomi kita. Tetapi semua potensi itu tak akan pernah dapat kita keluarkan dari sebuah pasir hisap bernama Indonesia jika para penggawa yang mempunyai kekuatan untuk menarik mereka keluar hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau bekerja sama untuk menfaatkan potensi-potensi tersebut bagi kepentingan bangsa Indonesia.

Teknologi, demokrasi, dan budaya merupakan tiga hal penting yang jika kita kuasai dan manfaatkan seefektif mungkin dan seefisien mungkin, hasilnya akan menjadi sangat berpengaruh bagi kemakmuran bangsa kita. Dengan teknologi kita dapat memanfaatkan berbagai sumber daya potensial di Indonesia dengan lebih efisien dan efektif untuk memakmurkan negeri ini. Dengan Demokrasi yang relevan  proses dan sistem yang terbentuk pun akan mendukung kemajuan dan perkembangan bangsa ini. Dan dengan budaya yang dilestarikan dan digali sehingga tetap sesuai dengan kemajuan kultural di masa yang modern ini, bangsa kita akan lebih dikenal dan akan mengundang potensi perekonomian yang besar dari perpariwisataan..

Semua itu akan dapat kita capai jika para supervisor dan lini komando terdepan bangsa kita sudah mengerti akan Indonesia, akan rakyatnya, akan bangsanya, dan akan dirinya sendiri. Yang kita butuhkan adalah pemimpin dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan di dalam dirinya, yang tidak akan terjerumus dalam lubang kenistaan bernama korupsi, yang akan menilai dengan penuh kebijaksanaan akan suatu hal yang menyangkut kepentingan bangsa, yang tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi problematika yang ada di negeri ini. Pemimpin  yang bisa menjawab tantangan zamannya dan responsif terhadap permintaan rakyat. Pemimpin yang bangga dengan bangsanya dan berkearifan lokal.

Hal-hal tersebut bukan tidak mungkin kita capai, namun hal tersebut tidak akan kita capai jika tidak ada keinginan dalam lubuk hati kita. Menjadi seorang pemimpin yang baik itu tidak mudah, mencari seorang pemimpin yang baik pun tidak segampang itu. Namun jika semua elemen masyarakat dapat bersatu padu dalam pemikiran bahwa bangsa ini masih harus dibenahi, bukan tidak mungkin suatu saat hal tersebut akan kita capai. Bukan tidak mungkin seorang pemimpin yang mengerti Indonesia akan muncul di tengah-tengah kita, semua itu tergantung pada sejauh mana kita ingin memajukan negeri nusantara ini.


Dengan menguasai teknologi, membersihkan proses demokrasi, memupuk kekayaan budaya, dan mempunyai pemimpin yang berkompeten kita akan dapat berdiri dengan kaki kita sendiri. Tidak meminta-minta akan suatu hal yang dapat kita produksi sendiri ke negara lain, dapat membangun negerinya sendiri tanpa dana pinjaman dari negara kaya lain, dan dapat mengkultivasikan segala potensi yang tersebar di pelosok penjuru tanah air. Dengan mengedepankan pluralisme dan stabilitas ekonomi kita yang sedang terombang-ambing mengikuti arus perekonomian dunia, kita pasti bisa menjadi salah satu bangsa yang berkontribusi dalam kancah pergolakan dunia. Dan akhirnya mensejahterakan seluruh rakyat indonesia serta mewujudkan perdamaian dunia yang tertuang dalam UUD sebagai impian bangsa indonesia yang memperjuangkan kemerdekaannya sendiri di masa-masa bersatunya seluruh rakyat untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

Artikel ini ditulis sebagai resume singkat atas seminar Bapak Gita Winarja pada tanggal 23 Agustus 2013
Nama : Drianka Mahdy Adimas
NIM : 19913213
Fakultas SAPPK

Saturday, 24 August 2013

Resume Defile OHU dan Seminar



Jum’at, 23 Agustus 2013, kami berkumpul di depan perpustakaan pusat ITB untuk dimobilisasi menuju lapangan Saraga. Disana kami melakukan olahraga pagi yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan formasi #untukindonesia.

Setelah dari lapangan Saraga, kami kembali dimobilisasi menuju auditorium Sabuga. Disana kami mendapatkan materi K3L. Setelah itu, ada perkenalan singkat dari tiap-tiap unit yang ada di ITB, atau disebut dengan Defile OHU.

Defile OHU dimulai dengan perkenalan dari rumpun agama, kemudian rumpun keilmuan dan pendidikan, rumpun seni dan budaya, dan ditutup dengan perkenalan dari rumpun olahraga dan kesehatan.

Acara hari itu tidak berakhir disitu, karena setelah Defile OHU, masih ada seminar dengan beberapa pembicara. Diantaranya adalah bapak Gita Wirjawan dan ibu Tri Mumpuni. Acara seminar ini dimoderatori oleh Putri Indonesia 2011, yang mana merupakan salah satu mahasiswi ITB, Maria Selena.

Seminar dibuka dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Setelah itu, kata sambutan masing-masing diberikan oleh Benito Reyhan, selaku sekjend OSKM 2013. Dilanjutkan oleh Nyoman Anjani, selaku Presiden KM ITB. Dan sambutan terakhir diberikan oleh Bapak Kadarsah selaku Wakil Rektor ITB.

Pembicara pertama adalah Bapak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI sekaligus ketua umum PBSI. Beliau berbicara kepada Butet/Owi pada gelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Guangzhou China, “If you want it, you’ll get it”, sehingga akhirnya semangat Butet/Owi terbakar dan akhirnya berhasil membawa pulang medali emas. Sebenarnya, kesuksesan itu sudah ada didepan mata kita, namun tergantung seberapa besar kita menginginkannya dan berusaha mewujudkannya.

Perekonomian Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda yang memiliki kearifan lokal sehingga tidak menghilangkan adat istiadat atau budaya di dalam suatu daerah. Sebuah bangsa seharusnya memiliki 4 aspek yaitu:
1. Kemahiran Teknologi
2.Kesinambungan Demokrasi
3.Kekayaan Budaya
4.Kemajuan Ekonomi
               
                Beliau berpesan diakhir seminarnya, “We have to be nationalistic, but at the same time internationalistic.” Semoga mahasiswa/i ITB bisa menjadi generasi penerus bangsa yang bisa memajukan negaranya!

Selanjutnya adalah seminar dari WANADRI. WANADRI merupakan organisasi pecinta alam yang berpetualang di alam bebas. Wanadri telah melakukan pendakian terhadap tujuh gunung tertinggi dunia, salah satunya adalah gunung Everest.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keindahan alamnya. Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Namun kenyataannya Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai lebih banyak laut daripada daratan. Dengan adanya Deklarasi Djuanda Indonesia dianggap sebagai suatu negara kesatuan. Setelah Deklarasi Juanda Indonesia 3 kali lebih besar daripada sebelumnya.

         Sebagai penutup, mereka berpesan bahwa kita harus melaksanakan 3S, sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan. Maka dari itu jadilah kita bangsa yang cinta tanah air. Merdeka!

                Pembicara selanjutnya adalah Ibu Tri Mumpuni. Beliau berkata, setiap orang memiliki integritas dan kompetensi. Ada 2 hal yang diperlukan oleh setiap manusia, yaitu pengetahuan/logika dan perasaan/empati. Bagaimana caranya agar logika dan empati terus berkomunikasi? Allah menciptakan otak untuk berpikir, namun hati untuk merasakan. Jadi, jangan pernah kita berpikir tanpa perasaan.

Beliau adalah penggagas pemasok listrik ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Sudut pandang ibu Mumpuni membuat kita melihat negara Indonesia dari sisi yang lain. Indonesia bukanlah sebuah negara besar, namun adalah negara yang sangat kecil sehingga setiap hal-hal yang kita lakukan akan menimbulkan dampak bagi masyarakat lain. Dengan ini, kita diharapkan agar dapat bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih besar dan tentunya maju.

Pembicara terakhir dari seminar ini adalah Saskha, salah satu alumni ITB. Kak Saskha bercerita tentang penelitiannya dibidang teknologi, sosial, ekonomi, dan media yang disebut dengan Riset Indie. Project pertama yang dilakukannya adalah project polaroid. Kak saskha dan timnya terinspirasi dari sekelompok orang yang membeli sebuah perusahaan kamera polaroid yang sudah bangkrut karena terkikis oleh kamera digital dan meneliti ulang segala hal yang berhubungan dengan kamera polaroid untuk mengabadikan film analog agar tidak punah.

Project keduanya adalah alinea. Alinea adalah sebuah proyek animatronik berbentuk alien bernama alinea. Proyek ini didasari dengan prinsip kolaborasi diantara orang-orang yang mahir dibidangnya seperti mesin, pahat, lukis, robotik dsb yang mendukung pembuatan robot ini. 

Project ketiganya adalah “Angkot Day”. Kak Saskha terinspirasi oleh angkot yang suka ngetem dan berhenti sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan. Project ini akan dilaksanakan pada 20 September 2013 dimana semua angkutan jurusan Kalapa-Dago akan bisa digunakan dengan nyaman, aman, dan tentunya gratis!

Nama   : Nurwida Rizki Ramadhani
NIM     : 16613192
Fakultas: FTSL

Marthasya (FMIPA) 16013228 - Resume keseluruhan

VISI MISI KETUHANAN

                Visi adalah tujuan ataupun gambaran besar mengenai kehidupan kita kelak. Sedangkan misi adalah upaya yang akan kita lakukan untuk mewujudkan visi tersebut. Visi dan misi kita sebagai mahasiswa ITB haruslah sesuai dengan Asas Ketuhanan karena seperti kita tahu, di dalam Pancasila ayat pertama pun menekankan agarkita menjungjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, saat kita mau membuat visi hidup kita, visi tersebut haruslah berdasarkan ketuhanan.

POLA PIKIR K3

Apa itu K3? Di sini saya akan membahas mengenai K3.
K3 itu merupakan sigkatan dari Kritis, Kreatif, dan Konstruktif. Masing-masing dari ketiga kata tersebut mempunyaiarti yang berbeda.
KRITIS           : Kritis adalah sebuah sikap dimana kita harus peka dan cepat tanggap dengan adanya sebuah masalah yang mungkin terjadi baik dalam hal pribadi ataupun masalah yang terjadi dalam masyarakat. Saat kita menerima masalah tersebut kita juga tidak langsung menerimanya bulat-bulat ataupun menolaknya tetapi kita harus menelaahnya lebih lanjut lagi.

KREATIF        : Sikap kreatif perlu kita perlukan dalam menanggapi suatu masalah. Memang kadang kala kita menemui jalan buntu dalam mengungkapkan ide penyelesaian masalah. Namun, pasti ada jalan dan cara terbaik untuk menyelesaikannya. Sikap kreatif akan membuahkan sebuah pemikiran yang baru, bahkan unik dan berbeda dengan hal biasa. Sikap kreatif ini lebih jauh akan membimbing kita untuk inovatif, sebuah pemecahan masalah yang benar – benar baru.

KONSTRUKTIF : Sikap konstruktif adalah pola pikir selanjunya dari proses – proses yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah mendapatkan solusi pemecahan masalah, kita juga harus memikirkan, apakah ada dampak yang lebih lanjut yang mungkin malah akan timbul permasalahan baru dari solusi pemecahan masalah yang kita pikirkan. Untuk itu, diperlukan sifat konstruktif. Dengan sikap ini, kita dipaksa memikirkan jauh kedepan dengan pandangan yang lebih luas. Agar ide yang kita miliki bersifat konstruktif juga, bersifat membangun dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

Oleh karena itulah sebagai mahasiswa, mari kembangkan pola pikir k3 ini untuk menyelesaikan masalah yang ada di sekitar kita dan supaya kita bisa memberikan mannfaat bagi sesama kita.



KOLABORASI

                Kolaborasi adalah suatu bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu contoh kolaborasi yang pernah kita lakukan adalah saat kita membuat formasi massal #untukindonesia kemarin.
                Ada 3 tahapan dalam kolaborasi:
1.       Team bulding
2.       Sejarah Pergerakan
Pergerakan mahasiswa ada yang dinamakan pergerakan vertical dan pergerakan horizontal. Maksud dari pergerakan vertical adalah pergerakan yang ditujukan untuk pemerintah dan jajarannya. Sedangkan pergerakn horizontal ditujukan kepada masyarakat, contohnya pengabdian untuk masyarakat.
Kita sebagai mahasiswa tidak boleh hanya melakukan pergerakan vertical tanpa melaksanakan pergerakan horizontal terlebih dahulu. Sebaliknya, sebelum kita melakukan pergerakan vertikak kita harus melakukan pergerakan horizontal dulu. Karena dengan demikian kita bisa mengerti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan membicaraknya dengan pihak pemerintahan.
3.       Manajemen konflik
Dalam mencapai suatu tujuan, ada kemungkinanmunculnya perbedaan kepentingan (konflik). Menurut Pondy, ada 3 cara manajemen konflik tersebut dalam suatu organisasi:
·         Bargaining approach
Bergaining approach terjadi saat SDM yang ada sedikit, sehingga tidak dikenal adanya atasan dan bawahan. Semua kedudukan mereka sama.
·         Birokrasi approach
Dalam birokrasi approach ini, dikenal adanya atasan dan bawahan seperti layaknya di birokrasi.
·         System approach
System approach ini ditandai dengan adanya eliminasi atau penyaringan. Dimana perbedaan dihilangkan sebesar mungkin.
                                Selain manajemen konflik dalam organisasi, ada juga manajemen konflik personal, yaitu:
·         Win win solution
Win win solution adalah cara penyelesaian dimana kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan. Sehingga jalan keluar yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.
·         Win lose solution
Win Lose  solution adalah pengambilan jalan keluar tetapi salah satu pihak dirugikan sedangan pihak yang lain diuntungkan.
·         Lose lose solution
Lose lose solution adalah pengambilan jalan keluar di mana kedua belah pihak sebenarnya tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Dengan kata lain mereka lari dalam masalah yang ada.


WUJUD CINTA TANAH AIR

                Saat kita ingin mencintai sesuatu, kita harus mengenalnya terlebih dahulu seperti peribahasa yang mengatakan, : “Tak kenal maka tak sayang”. Oleh karena itu ada 4 poin penting yang harus kita ketahui saat kita ingin mencintai tanah air kita.
1.       Identitas Bangsa (seperti lagu kebangsaan, lambing Negara, bahasa Indonesia, dll)
2.       Wujud cinta tanah air
3.       Realitas bangsa
Kita tidak boleh hanya mencintai tanah air kita hanya karena kelebihan yang dipunyainya. Kita juga harus sadar dan peka akan kekurangan yang dimiliki Negara kita dan berusaha untuk memperbaikinya.
4.       Visi kebangsaan
Tujuan hidup kita tidak hanya untuk kepentingan pribadi kita tapi untuk memajukan bangsa Indonesia.


URGENSI KEMAHASISWAAN

                POPOPE mahasiswa, yang merupakan singkatan dari Posisi, Potensi dan Peran mahasiswa.
·         Posisi Mahasiswa
Sebelum kita mengetahui posisi mahasiswa, terlebih dahulu mari kita kenali posisi-posisi yang ada di masyarakat. Posisi di masyarakat ada 3 macam yaitu posisi dalam bidang ekonomi, posisi dalam hal politik dan posisi dalam bidang sipil. Maksud dari posisi di bidang ekonomi adalah kita sebagai mahasiswa biasanya hanya mencari keuntungan. Posisi kita sebagai masyarakat politik, kita terus saja mencari kedudukan yang tertinggi. Sedangkan sipil, kita membela bangsa tanpa mengejar kedudukan.
Kita sebagai mahasiswa mempunyai posisi yang special yaitu ssebagai masyarakat sipil yang terpelajar, di mana kita membela bangsa kita dengan semua pendidikan yang kita punya.
·         Potensi Mahasiswa
Mahasiswa yang terpelajar mempunyai peran yang sangat besa karena mereka begitu berpotensi. Contoh-contoh potensi yang mereka punya yaitu kritis, kreatif, idealis, multidisiplin ilmu, bersemangat, dll.
·         Peran Mahasiswa
a.       Agent of change
Mahasiswa diharapkan bisa membawa perubahan di dalam masyarakat. Tentu saja perubahan yang menuju kea rah kebaikan.
b.      Iron stock
Mengapa dikatakan sebagai iron stock? Karena mahasiswa merupakan generasi penerus yang masih bisa ditempa (dibentuk).
c.       Guardian of value
Mahasiswa diharapkan bisa menjadi penjaga akan nilai-nilai luhur di masyarakat.

TRIDARMA PERGURUAN TINGGI

1.       Pendidikan dan Pengajaran
2.       Penelitian dan Pengembangan
3.       Pengabdian Masyarakat

KM ITB (KELUARGA MAHASISWA ITB)

Anggota dari KM ITB adalah seluruh mahasiswa S1di ITB. Badan kelengkapan dari KM ITB adalah sebagai berikut:
·         Kongres : badan legislatif
·         Kabinet : badan eksekutif
·         Majelis wali amanat wakil mahasiswa
·         Tim beasiswa
·         HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
·         UNIT kegiatan mahasiswa
HMJ dan UNIT adalah wadah tempat mahasiswa berkumpul tetapi yang membedakannya adalah dari keprofesian, bakat dan minatnya.

Resume Difile OHU (Open House UNIT)
(Marthasya 16013228)


Kita sebagai mahasiswa baru selain mempunyai kewajiban untuk meraih ilmu setinggi-tingginya (belajar), juga harus mempunya skill (kemampuan) dalam bidang berorganisasi dan bersosial. Di kampus ITB, banyak sekali wadah yang bisa menampung kita untuk meningkatkan skill tersebut. Wadah-wadah ini disebut UNIT. UNIT yang ada di ITB sebanyak 80 UNIT. UNIT-UNIT tersebut terbagi atas 6 rumpun yaitu:
1.       Rumpun di bidang pendidikan
2.       Rumpun di bidang seni dan budaya
3.       Rumpun di bidang olahraga
4.       Rumpun di bidang agama
5.       Rumpun Kajian
6.       Rumpun Unit Media
Di dalam rumpun-rumpun tersebut, masing banyak lagi yang dinaunginya. Penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini:
RUMPUN OLAHRAGA
  • PS – Sepakbola
  • UBT – Bulutangkis
  • UT – Tenis
  • Aikido
  • Karate
  • Judo
  • URPA – Renang
  • NAUTIKA – Menyelam
  • Perisai Diri
  • Tarung Derajat
  • Unit Softball
  • Unit Bridge
  • Percama – Catur
  • Kendo
  • Hikmatul Iman
  • UATM – Tenis Meja
  • Pasopati – Memanah
  • Kempo
  • Taekwondo
  • Hoki
  • Capoeira Quizumba ITB
  • Syufu Taesyukan
  • Atlas – Atletik
  • UBV – Voli
  • UBG – Basket
  • Ganesha Bicycle
  • UJITEB – Judo
RUMPUN PENDIDIKAN
  • KSEP – Ekonomi
  • PRAMUKA
  • MENWA – Resimen Mahasiswa
  • U-GREEN – Lingkungan
  • KMPA – Pecinta Alam
  • KSR – Palang Merah
  • SEF – Bahasa Inggris
  • KOKESMA – Koperasi
  • ShARE – Bahasa Inggris
RUMPUN KAJIAN
  • HATI – Islam HTI
  • PSIK – Sosialis
  • TIBEN – Sosialis
RUMPUN AGAMA
  • GAMAIS – Islam
  • KMK – Katolik
  • PMK – Protestan
  • KMH – Hindu
  • KMB – Budha
RUMPUN SENI DAN BUDAYA
  • LSS – Sunda
  • UKM – Minang
  • PSTK – Jawa
  • PSM – Paduan Suara
  • KPA – Angklung
  • MBWG – Marching Band
  • MGG – Bali
  • STEMA – Teater
  • UKSS – Sulsel
  • UKA – Aceh
  • UBALA – Lampung
  • UKJ – Jepang
  • Loedroek – Jawa
  • ISO – Orkestra
  • Apres – Seni
  • UKIR – Irian
  • MUSI – Sumsel
  • UKSU – Sumut
  • LS – Sastra
  • UKB – Betawi
  • UKMR – Riau
  • Sahang – Bangka Belitung

RUMPUN UNIT MEDIA
  • GTV – TV
  • RK – Radio
  • ARC – Radio
  • 8eh – Radio
  • LFM – Film
  • Genshiken – Visual Modern
  • Persma – Pers
  • Boulevard – Majalah
  • Majalah Ganesha

Resume Materi Seminar 23 Agustus 2013
(Marthasya 16013228)

Pemateri             : Gita Wirjawan (Mentri Perdagangan Replubik Indonesia)

                Semangat kemahasiswaan kental dengan kearifan local yang cinta tanah air. Mahasiswa yang adalah calon pemimpin bangsa seharusnya tahu mengenai masalah-masalah yang ada di Indonesia dan masyarakatnya. Salah satu hal yang harus diketahui adalah mengenai perekonomian Indonesia. Indonesia mendapat ranking ke 15 terbesar di Indonesia. Indonesia juga adalah Negara yang strategis yang bisa berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, kita harus bisa memajukan perekonomian Indonesia. Kita bisa memajukan perekoniman tersebut dengan cara:
·         mempertahankan pluralism yang ada di Negara kita, tidak menghilangkan adat istiadat yang ada dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada untuk keuntungan Negara kita.
·         Kita juga harus menghilangkan budaya yang mudah kenyang. Budaya mudah kenyang adalah budaya yang tidak baik. Kita harus bisa memakai barang-barang buatan Negara kita sendiri dan jangan selalu mengimport barang dari luar negri.
·         Tingkatkan daya saing perdagangan kita.
·         Turunkan bunga pinjaman.
·         Meningkatkan mutu pendidikan. Produk pendidikan adalah senjata kita untuk bersaing. Bukan lagi demonstrasi ataupun membuat onar yang membahayakan sekitar.
Intinya, Indonesia membutuhkan calon pemimpin yang bisa menjawab masalah mereka, resposif terhadap pertanyaan mereka (contohnya: menjaga keseimbangan hasil produksi dan pemakaiannya ataupun harga daging yang melonjak tinggi).
“JADILAH PEMIMPIN YANG BERNASIONALIS DENGAN MENYANDANG STATUS WARGA DUNIA INTERNASIONAL”.

Pemateri             : Indra Hidayat ( WANADRI)

Cinta Tanah Air

Untuk mencintai tanah air kita, kita harus mengenal mengenai kondisi tanah air itu.
Keadaan Indonesia:
1.       Luas wilayah Indonesia itu 3 kali lebih besar daripada hasil proklamasi. Hal ini menurut Deklarasi Juanda.
2.       Terdapat kurang lebih 17000 pulau.
3.       Bioregional, yang artinya beragam hayatinya.
4.       Garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada.
5.       Sungai dan pegunungan yang beragam.
6.       Terdapat 34 provinsi dan 504 kabupaten.
Setelah kita mengetahui lebih dalam mengenai keadaan Negara kita, kita juga harus mengetahui kendala yang ada. 2 kendala di Indonesia adalah kebudayaan asli kita yang diklaim oleh bangsa lain dan banyaknya bencana yang terjadi.
Anjuran untuk kita:
·         Sadar diri
·         Sadar Lingkungan
·         Sadar Tujuan
Doa singkat yang mungkin bisa membantu kita:
“ Tuhanku, Jangan matikan kreativitas kami, jangan lumpuhkan akal sehat kami, dan jangan tumpulkan rasa kemanusia kami agar kami bisa menjadikan tanah kami lebih indah dan harum dihadapanMu.”

Pemateri             : Tri Mumpuni

Integritas dan Kompetensi Alumni IT untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa

Saat membahas mengenai Integritas dan kompetensi, ada dua hal yang penting yang harus ada dalam pribadi yang berintegritas dan kompetensi tersebut. Kedua hal tersebut adalah Logika (pemikiran) dan Empati (perasaan). Apabila kita menggabungkan logika kita dengan rasa empati kita, hal tersebut akan memampukan kita dalam membaca Keadaan Indonesia dengan baik. Apabila kita hanya memakai salah satu diantara hal ini membuat kita hanya membaca situasi Indonesia untuk kepentinga diri kita sendiri.
                Kita harus mempunyai paradigm yang tepat akan Sumber Daya ALam agar kita bisa memanfaatkannya dengan optimal. Tapi, sayangnya pada saat ini, banyak sekali orang-orang, khususnya anak-anak, yang ada di tempat terpencil ataupun yang tidak terjangkau oleh pemerintah tidak bisa mendapat pendidikan yang selayaknya. Hal ini terjadi dikarenakan perekonomian. Zaman ini ekonomi diartikan sebagai usaha manusia untuk mencapai pertumbuhan manusia. Tapi yang terjadi, kita malah menekan pertumbuhan ekonomi tersebut tanpa memikirka kesejahteraan local dan daya dukung lingkungan sekitarnya.
                Di sini, sebagai calon pemimpin bangsa, kita mempunyai peran yang sangat berarti yaitu:
1.       Pelurusan visi pembangunan
2.       Perubahan paradigm Investasi
3.       Pembatasan pertumbuhan usaha


VISI KEBANGSAAN SAYA:
MENJADIKAN PENDIDIKAN INDONESIA LEBIH BAIK LAGI, KHUSUSNYA DALAM PELAJARAN SAINS, BEKERJA DI LUAR NEGERI DAN MENYEBARKAN SERTA MENINGGIKAN NAMA BAIK INDONESIA KARENA KEMAMPUAN YANG SAYA MILIKI.