Friday, 23 August 2013

Marthasya FMIPA "Resume 23 Agustus 2013"


Resume Difile OHU (Open House UNIT)
(Marthasya 16013228)

Kita sebagai mahasiswa baru selain mempunyai kewajiban untuk meraih ilmu setinggi-tingginya (belajar), juga harus mempunya skill (kemampuan) dalam bidang berorganisasi dan bersosial. Di kampus ITB, banyak sekali wadah yang bisa menampung kita untuk meningkatkan skill tersebut. Wadah-wadah ini disebut UNIT. UNIT yang ada di ITB sebanyak 80 UNIT. UNIT-UNIT tersebut terbagi atas 6 rumpun yaitu:
1.       Rumpun di bidang pendidikan
2.       Rumpun di bidang seni dan budaya
3.       Rumpun di bidang olahraga
4.       Rumpun di bidang agama
5.       Rumpun Kajian
6.       Rumpun Unit Media
Di dalam rumpun-rumpun tersebut, masing banyak lagi yang dinaunginya. Penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini:
RUMPUN OLAHRAGA
  • PS – Sepakbola
  • UBT – Bulutangkis
  • UT – Tenis
  • Aikido
  • Karate
  • Judo
  • URPA – Renang
  • NAUTIKA – Menyelam
  • Perisai Diri
  • Tarung Derajat
  • Unit Softball
  • Unit Bridge
  • Percama – Catur
  • Kendo
  • Hikmatul Iman
  • UATM – Tenis Meja
  • Pasopati – Memanah
  • Kempo
  • Taekwondo
  • Hoki
  • Capoeira Quizumba ITB
  • Syufu Taesyukan
  • Atlas – Atletik
  • UBV – Voli
  • UBG – Basket
  • Ganesha Bicycle
  • UJITEB – Judo
RUMPUN PENDIDIKAN
  • KSEP – Ekonomi
  • PRAMUKA
  • MENWA – Resimen Mahasiswa
  • U-GREEN – Lingkungan
  • KMPA – Pecinta Alam
  • KSR – Palang Merah
  • SEF – Bahasa Inggris
  • KOKESMA – Koperasi
  • ShARE – Bahasa Inggris
RUMPUN KAJIAN
  • HATI – Islam HTI
  • PSIK – Sosialis
  • TIBEN – Sosialis
RUMPUN AGAMA
  • GAMAIS – Islam
  • KMK – Katolik
  • PMK – Protestan
  • KMH – Hindu
  • KMB – Budha
RUMPUN SENI DAN BUDAYA
  • LSS – Sunda
  • UKM – Minang
  • PSTK – Jawa
  • PSM – Paduan Suara
  • KPA – Angklung
  • MBWG – Marching Band
  • MGG – Bali
  • STEMA – Teater
  • UKSS – Sulsel
  • UKA – Aceh
  • UBALA – Lampung
  • UKJ – Jepang
  • Loedroek – Jawa
  • ISO – Orkestra
  • Apres – Seni
  • UKIR – Irian
  • MUSI – Sumsel
  • UKSU – Sumut
  • LS – Sastra
  • UKB – Betawi
  • UKMR – Riau
  • Sahang – Bangka Belitung

RUMPUN UNIT MEDIA
  • GTV – TV
  • RK – Radio
  • ARC – Radio
  • 8eh – Radio
  • LFM – Film
  • Genshiken – Visual Modern
  • Persma – Pers
  • Boulevard – Majalah
  • Majalah Ganesha

Resume Materi Seminar 23 Agustus 2013
(Marthasya 16013228)

Pemateri             : Gita Wirjawan (Mentri Perdagangan Replubik Indonesia)

                Semangat kemahasiswaan kental dengan kearifan local yang cinta tanah air. Mahasiswa yang adalah calon pemimpin bangsa seharusnya tahu mengenai masalah-masalah yang ada di Indonesia dan masyarakatnya. Salah satu hal yang harus diketahui adalah mengenai perekonomian Indonesia. Indonesia mendapat ranking ke 15 terbesar di Indonesia. Indonesia juga adalah Negara yang strategis yang bisa berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, kita harus bisa memajukan perekonomian Indonesia. Kita bisa memajukan perekoniman tersebut dengan cara:
·         mempertahankan pluralism yang ada di Negara kita, tidak menghilangkan adat istiadat yang ada dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada untuk keuntungan Negara kita.
·         Kita juga harus menghilangkan budaya yang mudah kenyang. Budaya mudah kenyang adalah budaya yang tidak baik. Kita harus bisa memakai barang-barang buatan Negara kita sendiri dan jangan selalu mengimport barang dari luar negri.
·         Tingkatkan daya saing perdagangan kita.
·         Turunkan bunga pinjaman.
·         Meningkatkan mutu pendidikan. Produk pendidikan adalah senjata kita untuk bersaing. Bukan lagi demonstrasi ataupun membuat onar yang membahayakan sekitar.
Intinya, Indonesia membutuhkan calon pemimpin yang bisa menjawab masalah mereka, resposif terhadap pertanyaan mereka (contohnya: menjaga keseimbangan hasil produksi dan pemakaiannya ataupun harga daging yang melonjak tinggi).
“JADILAH PEMIMPIN YANG BERNASIONALIS DENGAN MENYANDANG STATUS WARGA DUNIA INTERNASIONAL”.

Pemateri    : Indra Hidayat ( WANADRI)

Cinta Tanah Air
Untuk mencintai tanah air kita, kita harus mengenal mengenai kondisi tanah air itu.
Keadaan Indonesia:
1.       Luas wilayah Indonesia itu 3 kali lebih besar daripada hasil proklamasi. Hal ini menurut Deklarasi Juanda.
2.       Terdapat kurang lebih 17000 pulau.
3.       Bioregional, yang artinya beragam hayatinya.
4.       Garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada.
5.       Sungai dan pegunungan yang beragam.
6.       Terdapat 34 provinsi dan 504 kabupaten.
Setelah kita mengetahui lebih dalam mengenai keadaan Negara kita, kita juga harus mengetahui kendala yang ada. 2 kendala di Indonesia adalah kebudayaan asli kita yang diklaim oleh bangsa lain dan banyaknya bencana yang terjadi.
Anjuran untuk kita:
·         Sadar diri
·         Sadar Lingkungan
·         Sadar Tujuan
Doa singkat yang mungkin bisa membantu kita:
“ Tuhanku, Jangan matikan kreativitas kami, jangan lumpuhkan akal sehat kami, dan jangan tumpulkan rasa kemanusia kami agar kami bisa menjadikan tanah kami lebih indah dan harum dihadapanMu.”

Pemateri             : Tri Mumpuni

Integritas dan Kompetensi Alumni IT untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa

Saat membahas mengenai Integritas dan kompetensi, ada dua hal yang penting yang harus ada dalam pribadi yang berintegritas dan kompetensi tersebut. Kedua hal tersebut adalah Logika (pemikiran) dan Empati (perasaan). Apabila kita menggabungkan logika kita dengan rasa empati kita, hal tersebut akan memampukan kita dalam membaca Keadaan Indonesia dengan baik. Apabila kita hanya memakai salah satu diantara hal ini membuat kita hanya membaca situasi Indonesia untuk kepentinga diri kita sendiri.
                Kita harus mempunyai paradigm yang tepat akan Sumber Daya ALam agar kita bisa memanfaatkannya dengan optimal. Tapi, sayangnya pada saat ini, banyak sekali orang-orang, khususnya anak-anak, yang ada di tempat terpencil ataupun yang tidak terjangkau oleh pemerintah tidak bisa mendapat pendidikan yang selayaknya. Hal ini terjadi dikarenakan perekonomian. Zaman ini ekonomi diartikan sebagai usaha manusia untuk mencapai pertumbuhan manusia. Tapi yang terjadi, kita malah menekan pertumbuhan ekonomi tersebut tanpa memikirka kesejahteraan local dan daya dukung lingkungan sekitarnya.
                Di sini, sebagai calon pemimpin bangsa, kita mempunyai peran yang sangat berarti yaitu:
1.       Pelurusan visi pembangunan
2.       Perubahan paradigm Investasi
3.       Pembatasan pertumbuhan usaha

No comments:

Post a Comment