Menteri Perdagangan Indonesia, Bapak Gita Wirjawan
Perekonomian Indonesia saat ini
sangatlah membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Jika para pemimpin
bangsa mampu mengedepankan pluralism, ke depannya perekonomian Indonesia bisa
sukses. Saat ini, Indonesia menempati posisi ke 15 perekonomian di Dunia. Untuk
terus memajukannya, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kearifan lokal,
bukan berarti menghilangkan kepribadian budaya bangsa itu sendiri. Pemimpin
tersebut harusnya mampu memajukan potensi kebudayaan yang ada. Justru, pemimpin
yang menyia-nyiakan kearifan lokal akan menyebabkan sebuah Negara kehilangan
jati dirinya. Ada empat sifat gangnam yang harus di terapkan, yaitu kemahiran
teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, serta kemajuan ekonomi.
Kita, sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu meningkatkan produktivitas
kerja sebanyak 60% untuk menaikan perekonomian bangsa sebanyak 7% per tahun,
agar nisa keluar dari middle income trap.
Wanadri
Tujuan pembuatan organisasi ini adalah untuk turut membangun
tanah air melalui pendidikan muda mudinya dalam hal pecinta alam. Intinya
adalah untuk mengembangkan bentuk cinta tanah air terhadap bangsanya sendiri.
Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan amat
beragam hayatinya. Terdapat beragam jenis sungai, kawasan carst tertua di asia,
dan kulturnya banyak. Namun, saat ini fokus pengembangan wilayah Indonesia
terpusat di darat, padahal Indonesia sendiri memiliki laut yang amatlah luas,
hingga akhirnya wilayah maritim Indonesia banyak di caplok wilayah
tetangga.Kita semua, sebagai warga Indonesia yang produktif, harus mampu
memajukan Indonesia dalam berbagai hal, contohnya pengembangan
kreativitas, pemaksimalan penggunaan
akal sehat, serta meningkatkan rasa kemanusiaan.
Tri Mumpuni Wiyatno
Inti kesuksesan setiap insan yang ada di dunia hanyalah dua,
yaitu mempunyai pengetahuan atau logika, serta mempunyai perasaan atau empati.
Kedua hal yang berkesinambungan ini akan menciptakan akal sehat bagi setiap insan.
Masih ada 33 ribu desa tanpa listrik ,100 dari 250 juta penghuni Indonesia
masih belum biasa merasakan penggunaan listrik. 60 juta anak tidak dapat
menggunakan lampu dari listrik untuk belajar setiap malam. Dalam hal ekonomi,
kerja atau usaha manusia dalam keadaan seimbang dinamis antara investasi dan
konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan. Semakin tingginya
pertumbuhan, maka semakin baiklah ekonomi.
Tetapi, ekonomi malah dijadikan alat dari kebiasaan perhitungan rutin
sehari-hari untuk mencapai angka dan besaran tertentu bagi kepentingan pemilik
modal dan teknologi. Sistem ini menjadikan manusia bekerja seperti mesin,
sehingga tidak manusiawi. Untuk membuatnya menjadi manusiawi, caranya adalah penelusuran
visi pembangunan, perubahan paradigma investasi, serta pembatasan penumbuhan
usaha.
Saskha
Saskha dan timnya mengadakan beberapa riset yang berhubungan
dengan teknologi, social, ekonomi, dan media yang bernama riset indie. Mereka
bertugas sebagai incubator atas ide-ide yang ada saat ini. Riset pertama yang mereka
lakukan bernama Project Polaroid, yang diangkat karena fenomena langkanya
penggunaan kamera Polaroid atau kamera analog selama ini karena di anggap lebih
mahal di bandingkan kamera yang saaat ini sedang in yaitu kamera digital atau
DSLR. Riset kedua mereka adalah berupa project alinea, yaitu project pembuatan
animatronic yang banyak terdapat di film luar negeri, dan mereka menciptakannya
pertama kali di Indonesia. Riset yang saat ini sedang berlangsung adalah
rencana project Angkot Day dimana tanggal 20 September akan digunakannya trayek
angkot Kalapa-Dgo tanpa ngetem, serta penyebaran kuisioner mengenai kenyamanan
penggunaan angkot sebagai penggati kendaraan pribadi.
Septy Adriningsih
16713117
FTI
No comments:
Post a Comment