DEFILE OHU 2013
Hari ini hari yang ditunggu-tunggu
sebagai perkenalan awal sebelum acara OHU 2013. Apakah itu?
Ialah Defile OHU
2013. Dalam serangkaian acara ini kami mahasiswa ITB diberikan informasi umum
mengenai unit-unit yang beroperasi di ITB. Tidak tanggung-tanggung, jumlah unit
di ITB sendiri ada sebanyak 80 unit. Ayo kita simak!
RUMPUN OLAHRAGA
- PS – Sepakbola
- UBT – Bulutangkis
- UT – Tenis
- Aikido
- Karate
- Judo
- URPA – Renang
- NAUTIKA – Menyelam
- Perisai Diri
- Tarung Derajat
- Unit Softball
- Unit Bridge
- Percama – Catur
- Kendo
- Hikmatul Iman
- UATM – Tenis Meja
- Pasopati – Memanah
- Kempo
- Taekwondo
- Hoki
- Capoeira Quizumba ITB
- Syufu Taesyukan
- Atlas – Atletik
- UBV – Voli
- UBG – Basket
- Ganesha Bicycle
- UJITEB – Judo
RUMPUN PENDIDIKAN
- KSEP – Ekonomi
- PRAMUKA
- MENWA – Resimen Mahasiswa
- U-GREEN – Lingkungan
- KMPA – Pecinta Alam
- KSR – Palang Merah
- SEF – Bahasa Inggris
- KOKESMA – Koperasi
- ShARE – Bahasa Inggris
RUMPUN KAJIAN
- HATI – Islam HTI
- PSIK – Sosialis
- TIBEN – Sosialis
RUMPUN AGAMA
- GAMAIS – Islam
- KMK – Katolik
- PMK – Protestan
- KMH – Hindu
- KMB – Budha
RUMPUN SENI DAN BUDAYA
- LSS – Sunda
- UKM – Minang
- PSTK – Jawa
- PSM – Paduan Suara
- KPA – Angklung
- MBWG – Marching Band
- MGG – Bali
- STEMA – Teater
- UKSS – Sulsel
- UKA – Aceh
- UBALA – Lampung
- UKJ – Jepang
- Loedroek – Jawa
- ISO – Orkestra
- Apres – Seni
- UKIR – Irian
- MUSI – Sumsel
- UKSU – Sumut
- LS – Sastra
- UKB – Betawi
- UKMR – Riau
- Sahang – Bangka Belitung
RUMPUN UNIT MEDIA
- GTV – TV
- RK – Radio
- ARC – Radio
- 8eh – Radio
- LFM – Film
- Genshiken – Visual Modern
- Persma – Pers
- Boulevard – Majalah
- Majalah Ganesha
Karena semuanya
keren-keren jadi bingung mau pilih yang mana ya. Nah kita tunggu aja OHU 2013
pada 1 September 2013 mendatang!
Seminar OSKM 2013
Pada seminar OSKM 2013 ini, kita kedatangan tamu yang tidak biasa,
malah luar biasa. Pembicara-pembicara itu ialah Menteri Perdagangan RI, Gita
Wirjawan, Tri Mumpuni, Indra Hidayat-Ilvan Fauzi, Saska dan Putri Indonesia
2011, Maria Selena. Berikut laporan kegiatan seminar.
Seminar pertama diberikan oleh Menteri Perdagangan RI, Gita
Wirjawan. Dalam kesempatan ini beliau mengemukakakan pentingnya semangat kemahasiswaan dalam
melestarikan dan memanfaatkan kearifan lokal.
Khususnya sehubungan dengan misi
ITB dalam kemerdekaan Negara Indonesia. Na
mun beliau juga menegaskan bahwa kemerdekaan
tidak hanya berlaku untuk negara saja tetapi untuk diri kita sendiri. Dalam
membahas perekonomian nasional, Gita Wirjawan mengatakan perlunya pemimpin yang
tahu betul kepentingan rakyatnya dan juga ekosistem geopolitik.
Dalam memperoleh kesuksesan beliau memberikan suatu nasihat
yang menurut saya pribadi begitu
berkesan, yaitu “Apapun telah disediakan oleh Tuhan dan Tuhanlah yang
menentukan itu semua bagi kita. Namun semua itu tergantung pada diri kita
semua. Kalo kita ingin maka kita akan mendapatkannya. Tetapi semua itu
tergantung oleh sejauh mana kita menginginkannya.” Di sini beliau menegaskan
bahwa begitu pentingnya kekuatan akan kemauan dalam proses menuju kesuksesan.
Beliau juga menyebutkan empat hal yang dibutuhkan dalam membuat
negara menjadi maju, berikut adalah point-pintnya:
1.
Kemahiran teknologi
2.
Kesinambungan demokrasi
3.
Kekayaan budaya
4.
Kemajuan ekonomi.
Dan juga beliau menambahkan bahwa hasil kesuksesan suatu negara
dapat dilihat melalui eksportasi budaya, yaitu bagaiman negara sukses dalam
mengkurtinasi budayanya.
Sebagai penutup, beliau menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan
pemimpin yang bisa menjawab tantangan jamannya, sebab permintaan rakyat itu
bermacam-macam. Hal tersebut tentunya tidaklah mudah. Oleh karena itu mahasiswa ITB hadir untuk
dapat mengambil peran dalam membangun bangsa. Beliau menekankan perlunya : “We have to be nationalistic but
at the same time we have to be internationalistic.” Sebagai pesan terakhir
beliau mengatakan “Jadilah garuda-garuda
yang kreatif, terampil dan melek teknologi yang”memiliki rasa kebangsaan serta
menjunjung tinggi kearifan lokal.
Pembicara yang ke-dua adalah Indra Hidayat sebagai Ketua Umum
Wanadri. Wanadri adalah kegiatan alam bebas di Bandung yang mengkhususkan diri
pada penempuh rimba dan pendaki gunung. Di sini Kak Indra ditemani oleh Ilvan
Fauzi. Di sini beliau mempresentasikan mengenai cinta tanah air.
Dalam presentasi tersebut disebutkan bahwa Indonesia adalah negara
kelautan dank epulauan. Dijelaskan juga bahwa luas negara Indonesia menjadi
tiga kali lebih besar dibandingkan pada saat proklamasi dikarenakan adanya
deklarasi Djuanda. Selain itu beliau memnyebutkan Indonesia memiliki garis pantai
terpanjang ke dua di dunia setelah
Canada. Dan mengejutkannya lagi masih ada 3000 pulau di negara ini yang belum
terjamah oleh manusia. Negara Indonesia berbatasan oleh sepuluh negara
tetangga, sehingga sangat rawan akan masalah-masalah antar perbatasan. Misalnya
dalam masalah pengklaiman budaya bangsa oleh negara asing.
Wanadri telah melakukan ekspedisi Garis Depan Nusantara. Di sini
mereka telah menjelajah sebanyak 92 negara terluar di Indonesia dan setiap
daerah tersebut ditanamkan patung Soekarno-Hatta. Di sini juga dijelaskan
tujuan dari WANADRI itu sendiri, yaitu:
1.
Pendidikan
2.
Penjelajahan
3.
Bakti masyarakat
4.
Perlindungan alam
Pembicara yang ketiga adalah oleh Ibu Tri Mumpuni, pemberdaya
listrik lebih dari 60 daerah. Di sini beliau mempresentasikan Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk
Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Dalam presentasinya beliau
menjelaskan pentingnya kesinambungan antara pengetahuan (logika) dan perasaan (empati).
Di sini beliau menjelaskan apabila pengetahuan tanpa empati akan menyebabkan
kehancuran bangsa kita sendiri, yaitu penduduk dan lingkungan lokal. Banyak sekali
daerah yang menjadi milik negara asing, misalnya Gantong,Belitung sebagai
tempat penambangan timah. Hal ini telah menimbulkan penduduk lokal sengsara
yaitu hanya menjadi kuli di perusahaan asing. Selain itu sebanyak 30.000 desa tampa listrik dan sebanyak 100
juta penduduk belum menikmati listrik. Serta 60 juta anak Indonesia hidup dalam
kondusi yang tidak layak.
Beliau juga menjelaskan bahwa ekonomi sekarang ini tidak
manusiawi. Sebab menganggap manusia sebagai mesin dan tidak melihat dampaknya
terhadap kelestarian lingkungan. Beliau sangat mengharapkan kami sebagai
mahasiswa ITB untuk menjadi seorang
wirausaha social yang mencoba membuat alternative kehidupan social-ekonomi
sehari-hari untuk menjadi manusiawi serta dimanfaatkan untuk kepentingan dan
kesejahteraan lokal.
Dan yang terakhir adalah seminar oleh Pak Saska terhadap Riset
Indie. Riset Indie adalah kolektif penelitian yang memiliki ranah teknologi,
ekonomi-sosial dan media untuk menyalurkan aktivitas yang berlebih. Pengerjaan Riset
Indie itu sendiri ada Animatoronic dan
Angkot Day. Animatoronic adalah teknologi lamai yang telah digunakan Walt
Disney untuk membuat sebuah robot yang discover dengan topeng ataupun make up
efek. Riset Indie memilih untuk membuat ini dikarenakan kemudahan dalam
pembuatan robot tersebut dan selain itu robot ini telah lama dilupakan. Alinea
adalah Animatoronic pertama di Indonesia .
Sedangkan angkot day adalah penelitian ekonomi social mengenai
angkot. Di sini Riset Indie meneliti kemacetan yang disebabkan oleh adanya
angkot. Pada tanggal 20 September nanti Pak Saska akan membuka Angkot Day
khusus untuk jalur Kalapa-Dago. Serunya kita dapat menggunakan angkot secara
gratis dengan aman dan nyaman.
Pak Saska juga membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa ITB. Beliau
mengatakan bahwa janganlah menghindari konflik namun resolusikanlah. Pak Saska
juga menyarankan perlunya bersosialisasi karena kita tidak akan tahu masa depan
bahwa suatu hari nanti teman kita dapat memberikan proyek yang dapat kita
kerjakan. Sebagai penutup beliau mengungkapkan keinginannya untuk meninggal
dengan memberikan pengaruh kepada dunia, bahwa sesuatu yang besar pasti berasal
dari sesuatu yang kecil.
Begitulah serangkaian acara pada hari ini. Cukup seru dan menarik untuk kita simak. #UntukIndonesia
Erdiani Marcelini Erwandi
19913033
SAPPK
No comments:
Post a Comment