Friday, 23 August 2013

Resume Defile OHU 2013 dan Seminar OSKM 2013 || Erdiani Marcelini Erwandi

DEFILE OHU 2013
Hari ini hari yang ditunggu-tunggu sebagai perkenalan awal sebelum acara OHU 2013. Apakah itu?
Ialah Defile OHU 2013. Dalam serangkaian acara ini kami mahasiswa ITB diberikan informasi umum mengenai unit-unit yang beroperasi di ITB. Tidak tanggung-tanggung, jumlah unit di ITB sendiri ada sebanyak 80 unit. Ayo kita simak!

RUMPUN OLAHRAGA
  • PS – Sepakbola
  • UBT – Bulutangkis
  • UT – Tenis
  • Aikido
  • Karate
  • Judo
  • URPA – Renang
  • NAUTIKA – Menyelam
  • Perisai Diri
  • Tarung Derajat
  • Unit Softball
  • Unit Bridge
  • Percama – Catur
  • Kendo
  • Hikmatul Iman
  • UATM – Tenis Meja
  • Pasopati – Memanah
  • Kempo
  • Taekwondo
  • Hoki
  • Capoeira Quizumba ITB
  • Syufu Taesyukan
  • Atlas – Atletik
  • UBV – Voli
  • UBG – Basket
  • Ganesha Bicycle
  • UJITEB – Judo
RUMPUN PENDIDIKAN
  • KSEP – Ekonomi
  • PRAMUKA
  • MENWA – Resimen Mahasiswa
  • U-GREEN – Lingkungan
  • KMPA – Pecinta Alam
  • KSR – Palang Merah
  • SEF – Bahasa Inggris
  • KOKESMA – Koperasi
  • ShARE – Bahasa Inggris
RUMPUN KAJIAN
  • HATI – Islam HTI
  • PSIK – Sosialis
  • TIBEN – Sosialis
RUMPUN AGAMA
  • GAMAIS – Islam
  • KMK – Katolik
  • PMK – Protestan
  • KMH – Hindu
  • KMB – Budha
RUMPUN SENI DAN BUDAYA
  • LSS – Sunda
  • UKM – Minang
  • PSTK – Jawa
  • PSM – Paduan Suara
  • KPA – Angklung
  • MBWG – Marching Band
  • MGG – Bali
  • STEMA – Teater
  • UKSS – Sulsel
  • UKA – Aceh
  • UBALA – Lampung
  • UKJ – Jepang
  • Loedroek – Jawa
  • ISO – Orkestra
  • Apres – Seni
  • UKIR – Irian
  • MUSI – Sumsel
  • UKSU – Sumut
  • LS – Sastra
  • UKB – Betawi
  • UKMR – Riau
  • Sahang – Bangka Belitung

RUMPUN UNIT MEDIA
  • GTV – TV
  • RK – Radio
  • ARC – Radio
  • 8eh – Radio
  • LFM – Film
  • Genshiken – Visual Modern
  • Persma – Pers
  • Boulevard – Majalah
  • Majalah Ganesha
Karena semuanya keren-keren jadi bingung mau pilih yang mana ya. Nah kita tunggu aja OHU 2013 pada 1 September 2013 mendatang! 

Seminar OSKM 2013 
 
Pada seminar OSKM 2013 ini, kita kedatangan tamu yang tidak biasa, malah luar biasa. Pembicara-pembicara itu ialah Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, Tri Mumpuni, Indra Hidayat-Ilvan Fauzi, Saska dan Putri Indonesia 2011, Maria Selena. Berikut laporan kegiatan seminar.

Seminar pertama diberikan oleh Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan. Dalam kesempatan ini beliau mengemukakakan  pentingnya semangat kemahasiswaan dalam melestarikan dan memanfaatkan kearifan lokal.  Khususnya sehubungan dengan  misi ITB dalam kemerdekaan Negara Indonesia.  Na mun beliau juga menegaskan bahwa kemerdekaan  tidak hanya berlaku untuk negara saja tetapi untuk diri kita sendiri. Dalam membahas perekonomian nasional, Gita Wirjawan mengatakan perlunya pemimpin yang tahu betul kepentingan rakyatnya dan juga ekosistem geopolitik. 

Dalam memperoleh kesuksesan beliau memberikan suatu nasihat yang  menurut saya pribadi begitu berkesan, yaitu “Apapun telah disediakan oleh Tuhan dan Tuhanlah yang menentukan itu semua bagi kita. Namun semua itu tergantung pada diri kita semua. Kalo kita ingin maka kita akan mendapatkannya. Tetapi semua itu tergantung oleh sejauh mana kita menginginkannya.” Di sini beliau menegaskan bahwa begitu pentingnya kekuatan akan kemauan dalam proses menuju kesuksesan.
Beliau juga menyebutkan empat hal yang dibutuhkan dalam membuat negara menjadi maju, berikut adalah point-pintnya:
1.       Kemahiran teknologi
2.       Kesinambungan demokrasi
3.       Kekayaan budaya
4.       Kemajuan ekonomi.
Dan juga beliau menambahkan bahwa hasil kesuksesan suatu negara dapat dilihat melalui eksportasi budaya, yaitu bagaiman negara sukses dalam mengkurtinasi budayanya.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan jamannya, sebab permintaan rakyat itu bermacam-macam. Hal tersebut tentunya tidaklah mudah.  Oleh karena itu mahasiswa ITB hadir untuk dapat mengambil peran dalam membangun bangsa. Beliau menekankan  perlunya : “We have to be nationalistic but at the same time we have to be internationalistic.” Sebagai pesan terakhir beliau mengatakan  “Jadilah garuda-garuda yang kreatif, terampil dan melek teknologi yang”memiliki rasa kebangsaan serta menjunjung tinggi kearifan lokal.

Pembicara yang ke-dua adalah Indra Hidayat sebagai Ketua Umum Wanadri. Wanadri adalah kegiatan alam bebas di Bandung yang mengkhususkan diri pada penempuh rimba dan pendaki gunung. Di sini Kak Indra ditemani oleh Ilvan Fauzi. Di sini beliau mempresentasikan mengenai cinta tanah air.

Dalam presentasi tersebut disebutkan bahwa Indonesia adalah negara kelautan dank epulauan. Dijelaskan juga bahwa luas negara Indonesia menjadi tiga kali lebih besar dibandingkan pada saat proklamasi dikarenakan adanya deklarasi Djuanda. Selain itu beliau memnyebutkan  Indonesia memiliki garis pantai terpanjang  ke dua di dunia setelah Canada. Dan mengejutkannya lagi masih ada 3000 pulau di negara ini yang belum terjamah oleh manusia. Negara Indonesia berbatasan oleh sepuluh negara tetangga, sehingga sangat rawan akan masalah-masalah antar perbatasan. Misalnya dalam masalah pengklaiman budaya bangsa oleh negara asing.

Wanadri telah melakukan ekspedisi Garis Depan Nusantara. Di sini mereka telah menjelajah sebanyak 92 negara terluar di Indonesia dan setiap daerah tersebut ditanamkan patung Soekarno-Hatta. Di sini juga dijelaskan tujuan dari WANADRI itu sendiri, yaitu:
1.       Pendidikan
2.       Penjelajahan
3.       Bakti masyarakat
4.       Perlindungan alam

Pembicara yang ketiga adalah oleh Ibu Tri Mumpuni, pemberdaya listrik lebih dari 60 daerah. Di sini beliau mempresentasikan Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Dalam presentasinya beliau menjelaskan pentingnya kesinambungan antara pengetahuan (logika) dan perasaan (empati). Di sini beliau menjelaskan apabila pengetahuan tanpa empati akan menyebabkan kehancuran bangsa kita sendiri, yaitu penduduk dan lingkungan lokal. Banyak sekali daerah yang menjadi milik negara asing, misalnya Gantong,Belitung sebagai tempat penambangan timah. Hal ini telah menimbulkan penduduk lokal sengsara yaitu hanya menjadi kuli di perusahaan asing. Selain itu sebanyak  30.000 desa tampa listrik dan sebanyak 100 juta penduduk belum menikmati listrik. Serta 60 juta anak Indonesia hidup dalam kondusi yang tidak layak.
Beliau juga menjelaskan bahwa ekonomi sekarang ini tidak manusiawi. Sebab menganggap manusia sebagai mesin dan tidak melihat dampaknya terhadap kelestarian lingkungan. Beliau sangat mengharapkan kami sebagai mahasiswa ITB untuk menjadi  seorang wirausaha social yang mencoba membuat alternative kehidupan social-ekonomi sehari-hari untuk menjadi manusiawi serta dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan lokal.

Dan yang terakhir adalah seminar oleh Pak Saska terhadap Riset Indie. Riset Indie adalah kolektif penelitian yang memiliki ranah teknologi, ekonomi-sosial dan media untuk menyalurkan aktivitas yang berlebih. Pengerjaan Riset Indie itu sendiri ada  Animatoronic dan Angkot Day. Animatoronic adalah teknologi lamai yang telah digunakan Walt Disney untuk membuat sebuah robot yang discover dengan topeng ataupun make up efek. Riset Indie memilih untuk membuat ini dikarenakan kemudahan dalam pembuatan robot tersebut dan selain itu robot ini telah lama dilupakan. Alinea adalah Animatoronic pertama di Indonesia .
Sedangkan angkot day adalah penelitian ekonomi social mengenai angkot. Di sini Riset Indie meneliti kemacetan yang disebabkan oleh adanya angkot. Pada tanggal 20 September nanti Pak Saska akan membuka Angkot Day khusus untuk jalur Kalapa-Dago. Serunya kita dapat menggunakan angkot secara gratis dengan aman dan nyaman.

Pak Saska juga membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa ITB. Beliau mengatakan bahwa janganlah menghindari konflik namun resolusikanlah. Pak Saska juga menyarankan perlunya bersosialisasi karena kita tidak akan tahu masa depan bahwa suatu hari nanti teman kita dapat memberikan proyek yang dapat kita kerjakan. Sebagai penutup beliau mengungkapkan keinginannya untuk meninggal dengan memberikan pengaruh kepada dunia, bahwa sesuatu yang besar pasti berasal dari sesuatu yang kecil.

Begitulah serangkaian acara pada hari ini. Cukup seru dan menarik untuk kita simak.

Erdiani Marcelini Erwandi 
19913033
SAPPK


No comments:

Post a Comment