Defile OHU
Dalam acara
defile OHU ini, ditampilkan sekilas tentang beberapa unit-unit yang berada
dalam lingkup ITB. Beberapa unit-unit tersebut terbagi menjadi 6 rumpun, yaitu
unit rumpun agama (seperti Gamais, KMK, PMK, KMH, dan Dhammanano), unit rumpun pendidikan
(seperti U-Green, KMPAG, KOKESMA, Pramuka, dll), unit rumpun kajian (seperti
HATI, TIBEN, dan PSIK), unit rumpun seni budaya (UKMR, UKM, LSS, UKSS, UBALA,
ISO, PSM-ITB, KPA-ITB, PSTK, STEMA, Apres ITB, dll), unit rumpun media (Radio
Kampus ITB, LFM ITB, Boulevard, GTV, dll), dan unit rumpun olahraga dan
kesehatan (UBT, UBV, PS ITB, Softball, Kendo, Karate, Perisai Diri, URPA,
Tenis, UBG-ITB, dll).
Seminar
Oleh : Gita Wirjawan (Menteri
Perdagangan)
Bapak Gita
mengatakan bahwa semangat mahasiswa yang harus diterapkan adalah semangat
kearifan lokal, yaitu semangat yang tetap mengedepankan nilai-nilai budaya
lokalnya sendiri, tidak menghilangkannya. Perekonomian Indonesia saat ini
sangatlah membutuhkan pemimpin yang seperti itu, dan juga yang mengerti dan
mendengarkan aspirasi masyarakatnya.
Kata-kata yang
dapat dijadikan sebagai quote of the day
oleh bapak Gita adalah, “Semua yang menentukan adalah Allah SWT., but if you
want it, you get it!”. Kata-kata tersebut adalah kata-kata bapak Gita yang
sampaikan kepada tim bulutangkis Indonesia, yaitu Lilyana/Tantowi dan
Hendra/Ahsan dalam pertarungan final mereka melawan China di Kejuaraan Dunia
BWF di Guangzhou, China.
Berbicara tentang
Korea Selatan, mereka dulu saat merdeka, mereka mencanagkan Reformasi Agraria.
Dengan nenek moyang yang menjadi petani-petani di Korea Selatan dan dapat
melakukan produksi besar-besaran dan mengekspornya, sekarang mereka telah
membuat teknologi-teknologi canggih saat ini, drama korea, k-pop, dan budayanya
yang telah mendunia.
Indonesia
seharusnya bisa melakukan itu juga, yaitu butuh eksportasi budaya agar menjadi Negara
yang sukses layaknya Korea Selatan, dan juga dapat menjadi kebanggaan
masyarakat Indonesia.
Intinya,
Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab segala tantangan yang
mereka hadapi, baik dari segi ekonomi maupun yang lainnya. Quote yang lainnya
adalah, “Jadilah pemimpin yang mengedepankan nasionalisme, but at the same time, we have to be an internationalist”.
“Kepentingan
RAKYAT adalah SEGALANYA!”
Oleh : Indra Hidayat (Wanadri)
Dengan mengangkat
judul “Cinta Tanah Air”, beliau menjelaskan kami tentang fakta-fakta yang ada
di Indonesia, mulai dari wilayah, perbatasan, peta lempeng, peta gunung api,
dan kawasan-kawasan yang belum pernah dijelajah oleh orang-orang Indonesia.
Dengan itu, kita
semua mengetahui kalau tanah air yang luas ini harus kita cintai dan kita jaga,
jangan sampai ada negara lain yang mengklaim wilayah kita sebagai wilayahnya.
Fakta yang menarik
adalah, wilayah Indonesia setelah dibuatnya Deklarasi Djuanda yang berisi
batas-batas maupun wilayah Indonesia, wilayah Indonesia menjadi 3 kali lipat
dari wilayah Indonesia sebelumnya pada saat setelah kemerdekaan.
Fakta yang lainnya
yaitu, Wanadri telah menaklukkan 7 puncak gunung tertinggi yang ada di dunia
dengan anggota 6 orang.
Oleh : Ibu Tri Mumpuni
Integritas dan kompetensi
alumni ITB harus mempunyai logika dan empati yang terus berkomunikasi dengan
baik sehingga dapat menjadi akal sehat, jangan mempunyai logika tetapi tidak
mempunyai empati yang tidak akan menjadi akal sehat.
Dalam
permasalahan ekonomi, beliau mengatakan bahwa teori umum “Makin tinggi
pertumbuhan, makin baiklah ekonomi”, haruslah diubah karena teori itu
mengandung arti economic animal. Maka
dari itu, kita harus memperbaiki teori itu menjadi “Makin baik hasil mereka,
makin baiklah ekonomi”, dengan kata lain setiap orang hal yang disukainya
dengan sebaik-baiknya maka akan menibulkan suatu kewirausahaan yang baru.
Beliau
menyinggung tentang kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial dapat membantu
masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi. Dari perekonomian yang berjalan
tanpa rasa kemanusiaan dan berorientasikan keuntungan semata menjadi
perekonomian yang berperikemanusiaan dan menyejahterakan masyarakat kecil dan
penduduk setempat.
Oleh : Saska
Dengan usaha riset suka-suka beliau, yang dinamai
“Riset Indie” ini menjadikan seluruh isi Sabuga terpukau dengan riset yang
dilakukannya bersama timnya itu.
Riset Indie ini
sendiri telah melakukan dua riset dan sedang melakukan sebuah riset. Riset yang
sudah dijalankannya adalah “Riset indie : Polaroid” dan “Riset indie : Alinea”.
Sedangkan yang sedang dijalankan yaitu “Riset indie : Angkot Day”.
“Riset indie :
Polaroid” dilakukan karena dahulu saat Polaroid bangkrut karena kalah saing dari
kamera-kamera digital, dan setelah beberapa tahun kemudian, Polaroid membeli
pabriknya lagi dan melakukannya lagi dari nol. Dari sinilah riset kak Saska dan
timnya ini dimulai, dengan melakukan pembelian beberapa kamera Polaroid, lalu
dilakukanlah riset minat orang-orang dengan cara menjual kamera-kamera dan
film-film Polaroid tersebut. Namun sayang, bisnis itu hanya bertahan selama 2,5
tahun.
“Riset indie :
Alinea” adalah riset yang menghasilkan animatronic,
yaitu sebuah robot yang dibentuk dan di-make-up layaknya bentuk makhluk hidup,
seperti hewan atau monster. Tetapi dalam riset ini mereka membuat sebuah alien
yang bernama “Alinea”. Dengan mengandalkan kolaborasi dari orang teknik
elektro, mesin, dan seni rupa, mereka melakukan pembuatan animatronic ini dan telah dipamerkan di Jakarta dan pernah
ditampilkan di Sabuga ITB.
Riset terakhir
adalah “Riset indie : Angot Day”. Riset ini akan dilaksanakan tanggal 20
September mendatang, tetapi telah dipersiapkan dari sekarang. Riset ini akan
mengambil data kesan dan pesan beberapa orang yang akan naik angkot pada Angkot
Day tersebut, yang nantinya angkot suatu jurusan yang melewati ITB ini akan
gratis, tidak berhenti sembarangan, dan juga tidak ngetem. Data tersebut nantinya akan diberikan pada pemkot dan
supir-supir angkot agar dapat mengatasi macet yang sering terjadi di Bandung.
M. Rigel Ashshiddiqi Ali
16313143
FITB
No comments:
Post a Comment