Thursday, 22 August 2013

Resume Pola Pikir K3// Septy Adriningsih


             Salam Ganesha!

          Sebagai mahasiswa baru di ITB, kami dituntut untuk menjadi seseorang yang memiliki pola pikir yang baik dalam penyelesaian suatu masalah. Selama ini, seringkali sebuah permasalahan yang terjadi di dunia, khususnya Indonesia, belum tertangani secara baik dan terarah. Masalah-masalah cenderung diselesaikan dengan cara lama yang biasanya kurang efektif untuk penyelesaian sebuah masalah yang semakin hari semakin kompleks dan terus berubah. Oleh karena itu, di sini kami diajarkan sebuah bentuk pola pikir yang mampu menjadi sebuah solusi untuk menemukan solusi-solusi lainnya dalam penyelesaian trend masalah yang terus berkembang. Bentuk pola pikir yang diajarkan kepada kami ini bernama pola pikir K3. 

          Mungkin, ketika pertama kali kita mendengar nama K3, yang terbersit di kepala kita adalah sebuah slogan yang berkenaan dengan kesehatan atau slogan yang berhubungan dengan kampanye tertentu. Namun, sebenarnya K3 ini merupakan singkatan utntuk sebuah bentuk pola pikir, yaitu Kritis, Kreatif, dan Konstruktif. Apa maksud dari ketiga hal tersebut? Berikut penjelasannya:

          Kritis
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritis mengandung arti tidak lekas percaya, selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan, tajam dalam penganalisaan. Menurut kelompok 48 sendiri kritis merupakan suatu tindakan pragmatis, aktif, serta tidak langsung menerima suatu keadaan. Dari keseluruhan pendapat yang ada, bisa disimpulkan bahwa kritis adalah sebuah sifat yang mengacu pada seseorang yang tidak langsung pasrah akan keadaan di sekitarnya, melainkan terus menggali keadaan tersebut dari berbagai sudut pandang, sehingga dapat mengoreksi kesalahan atau kekurangan dari sebuah fenomena. Sifat ini merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seseorang karena kepasrahan hanya menjadikan seseorang mengalami stagnansi serta menghambat perubahan baik dalam hidupnya. Sifat kritis baik untuk memperbaiki berbagai aspek dalam kehidupan karena setiap halnya dianalisis lebih tajam.

         Kreatif
         Kembali menilik arti kata dari KBBI, kreatif memiliki makna memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sedangkan menurut hasil diskusi kelompok 48 sendiri kreatif adalah sebuah pemikiran yang out of the box, baru, serta unik. Dari keseluruhan makna, dapat disimpulkan bahwa kreatif adalah sebuah sifat seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan orang lain sebelumnya. Sifat ini dapat dihubungkan dengan sifat kritis yang dibahas sebelumnya. Ketika sebuah fenomena telah dikritisi dan ditemukan suatu kekurangan-kekurangannya, sifat kreatif ini dapat menjadi sebuah kunci dalam pembuatan solusi-solusi tepat sasaran dari permasalahan yang ada, dan belum bisa terpecahkan oleh solusi pendahulunya. Cara kreatif ini sangat efektif untuk mengatasi permasalahan baru yang berbeda dari sebelumnya.

          Konstruktif
       Arti kata konstruktif menurut KBBI adalah membina, membangun. Sedangkan kelompok 48 sendiri sepakat dalam satu suara bahwa makna kata konstruktif ini adalah membangun. Jadi,secara jelas dapat disimpulkan bahwa konstruktif ini bermakna membangun sesuatu. Ketika konstruktif dihubungkan dengan dua kata sebelumnya, maka sebuah solusi akan terselesaikan dengan tepat sempurna. Ketika sebuah masalah telah dikritisi dan telah ditemukan solusi kreatifnya, bentuk finishing yang tepat dari solusi ini adalah membangunnya. Karena solusi belumlah menyelesaikan sebuah masalah jika tidak ada penerapannya dalam lapangan. Konstruktif merealisasikan bentuk kekreatifan sebuah pemikiran sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik.

     Sebuah pola pikir dapat menciptakan karakter dari seseorang yang memilikinya. Jika pola pikir tersebut baik, maka pemilik pola pikir tersebut akan berkarakter baik, begitupun sebaliknya. Pola pikir K3, sejauh pandangan saya, merupakan sebuah pola pikir yang hanya baik, tapi juga efektif dalam menyelesaikan sebuah fenomena yang sering terjadi di sekitar itu. Selain itu, pola pikir K3 menjadikan seseorang memiliki karakter yang kuat, tidak menjadi manusia yang statis, dan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Pola pikir ini sangat baik jika diterapkan pada lapisan masyarakat yang luas.

No comments:

Post a Comment