Friday, 23 August 2013

Resume Seminar dan Defile Seminar OSKM ITB 2013


Resume Seminar dan Defile



Hari ini sebagian besar dari waktu para Mahasiswa Baru Itb 2013, dihabiskan dalam gedung sabuga untuk mendengarkan berbagai macam informasi, mulai dari penjelasan K3L, Unit-unit yang terdapat di kampus, kemudian dilanjutkan dengan seminar dari berbagai figur inspiratif. Pertama-tama kami mendengarkan penjelasan mengenai K3L, singkatan dari Keamanan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan. K3L adalah lembaga yang menjaga ketertiban pada kampus ITB, kita mendapatkan penjelasan mengenai cara bersikap saat ada bencana alam , dan kebakaran. Kita juga diberitahu tentang patroli, aturan parkir sekitar kampus, dan hal lain seputar peraturan di ITB.
Kemudian kami diberi tahu mengenai berbagai macam Unit yang terdapat dalam ITB, berhubung terdapat 80 unit dan waktu terbatas, kami hanya mendapat informasi sebagian mengenai unit-unit tersebut. Namun, akan diadakan OHU (Open House Unit) pada tanggal 1 September untuk memberi gambara jelas kepada Mahasiswa Baru mengenai unit-unit tersebut.
Setelah itu seminar OSKM pun dimulai, dimana ditampilkan empat narasumber, yaitu Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan Republik Indonesia), Indra Hidayat, Tri Mumpuni W, dan Seterhen Akbar S.

Seminar Sesi Pertama
Oleh Gita Wirjawan

Salah satu visi dari seminar tersebut adalah mewujudkan dan menanamkan sifat kemahasiswaan berdasarkan kearifan lokal pada kami para penerus bangsa. Pada saat ini, Indesia memerlukan pemimpin yang peduli bangsa, seseorang yang peduli kearifan lokal. Kita membutuhkan seorang pemimpin yang bisa jawab tantangan bangsa, juga responsif terhadap permintaan rakyat
Indonesia dalam sisi ekonomi, sekarang memiliki pdb 4000 US dollar, mendekati tipping point. Jika kita bisa melewati tipping point itu kita dengan bangga bisa keluar dari middle income prep, menyusul negara-negara maju. Jika kita berhasil menaikkan pendapatan negara sebanyak 6% saja, seharusnya negeri sudah bisa makmur. Namun sayangnya hal itu susah dicapai, apalagi dengan konsumsi negara kita terhadap produk luar yang tinggi, 20% dari pdb, sekitar 360 ribu trilyun rupiah dihabiskan untuk menikmati produk luar, bukannya produk lokal.
Memulai wirausaha pun susah, apalagi dengan tingginya bunga yang meyulitkan para calon wirausahawan memulai usaha mereka. Padahal banyak pasti banyak wirausahawan yang ingin memperbanyak produk lokal
Sebenarnya potensi dan kekayaan negara kita melimpah. Bila kita mau berusaha dan diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Indonesia bisa melakukan transformasi pesat. Secara geografis kita terletak pada jalur ekonomi dunia, dekat pada negeri Asia lainnya. Banyak tetangga sesama Asia kita mempelajari bahasa kita dengan tujuan bisnis, dengan tujuan wirausaha memakmurkan negara mereka, mengapa kita tak melakukan hal yang sama? Hal itu mungkin karena kita terlalu mudah puas dengan keadaan yang sudah ada.
Padahal negara kita memiliki kemajuan ekonomi yang lebih beruntung dari sebagaian negara lain. Penelitian dan penjelajahan menunjukkan bahwa negeri kita memiliki banyak potensi geo-termal, kekayaan laut yang melimpah, gunung-gunung dan lokasi lain yang belum terekspidisi. Selain kekayaan alam, kita juga memiliki penerapan demokrasi, kekayaan budaya yang melimpah, banyak sekali potensi yang bisa digali. Harus kita akui, Indonesia sedikit tertinggal dibandingkan negara lain dalam bidang teknologi, namun Indonesia sekarang telah memfokuskan sebagian besar dananya untuk kepentingan pendidikan bangsa, dengan harapan bisa menghilangkan ketertinggalan tersebut. Selain pendidikan kami juga harus mulai mengekspor budaya, agar budaya kita tak pudar juga dapat membuat penduduk dunia tahu dengan produk lokal kita.

Seminar Sesi Kedua
Oleh Indra Hidayat

"Cinta Tanah Air", itulah kata pertama yang kudengar dari Indra Hidayat. Beliau adalah ketua dari Wanadri. Wanadri adalah sebuah lembaga yang berani mejelajahi berbagai pelosok negeri ini. Lembaga ini mempelajari potensi yang ada pada negeri kita. Ia juga menghimbau bahwa kita harus sadar diri, sadar lingkungan dimanapun kita berada. Kita harus memikirkan bagaimana kita bisa berkontribusi pada wilayah yang kita jelajah, memanfaaatkan potensi dari alam yang telah tersedia.

Seminar Sesi Ketiga
Oleh Tri Mumpuni W.

Pada perekonomian Indonesia masa kini, ekonomi sudah menjadi kepentingan modal dan teknologi pribadi. Banyak wirausahawan yang tak lagi memerhatikan kepentingan lokal dan dukung setempat, yang mereka pikirkan adalah 'bagaimana saya bisa mendapatkan keuntungan terbesar?'
Banyak kasus dimana suatu bisnis, perusahaan, dan semacamnya memanfatkan daerah lokal Indonesia. Seharusnya sambil mengambil sumber daya lokal, mereka mensejahterakan pendudukan lokal. Namun sayangnya bisnis, dan perusahaan yang mengambil  sumber daya tersebut adalah perusahaan asing yang pada dasarnya tidak peduli dengan keadaan negara kita. Kadangkala mereka berasal dari tanah air namun karena visi yang bengkok, masyarakat lokal diabaikan. Padahal seharusnya sebaliknya sebagai rakyat setanah air, sebangsa ini kita seharusnya pro lingkungan, pro masyarakat lokal, bukan hanya fokus pada industri dan perdagangan global.
Kita memerlukan perbaikan visi, perubahan paradigma investasi, tidak lagi memanfatkaan  masyarakat lokal dengan semena-semena. Kita memerlukan pemerataan kesejahteraan, mendistribusikan kesenjangan.

Sidang Keempat
Oleh Seterhen Akbar S.

Beliau merupakan pendiri dan CEO dari Riset Indie, lembaga yang melakukan penelitian sosial, ekonomi, dan media, juga tempat penyaluran aktivitas ide komunitas yang mudah. Ia melakukan riset dengan harapan memajukan bangsa, contohnya dengan proyek "Angkot Day"-nya, yang memperbolehkan penumpang menggunakan angkot Dago Kelapa dengan gratis dengan harapan mengurangi kemacetan Bandung akibat angkot.
Ia juga mengajari bahwa inspirasi dapat ditemukan dimana saja, inspirasi yang berdampak besar pada dunia. Kita juga sebaiknya mengalami berbagai macam pengalaman karena hal itu akan memberi manfaat bagi kita, dan juga menghargai pentingnya kolaborasi. Oleh karena kata-katanya yang inspiratif, beberapa dari para mahasiswa baru memberikan standing applause.
Secara Keseluruhanseminar OSKM ITB 2013 sangat informatif dan inspiratif. Tidak hanya kita mengetahui mengenai tata tertib kampus, kita juga dapat mengetahui kondisi Indonesia saat ini juga bagaimana cara kita dapat berkontribusi dalam mengembangkannnya menjadi lebih baik.

Oleh : Dewi Nurfitri
NIM : 16713297
Fakultas : FTI


No comments:

Post a Comment